Koperasi Syariah 212 tak Berkaitan dengan Gerakan

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 19 Feb 2017 12:34 WIB
koperasi
<i>Koperasi Syariah 212 tak Berkaitan dengan Gerakan</i>
Forum Silaturahim 212 di Sekretariat Masjid Gede Kauman, Yogyakarta -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Koperasi Syariah 212 terbentuk dari munculnya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Anggota koperasi yang telah mencapai 15 ribu orang didominasi mereka yang terlibat dalam gerakan itu.

Meskipun berangkat dari gerakan, namun Koperasi Syariah 212 tidak ada hubungan sama sekali dengan GNPF-MUI. Koperasi tidak berkaitan secara organisatoris dengan GNPF-MUI.

"Pengurus GNPF-MUI tak terlibat sedikit pun di dalam struktur koperasi. Pengurus koperasi dijalankan oleh mereka yang murni profesional di dalam bidang koperasi," kata Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir saat Forum Silaturahim 212 di Sekretariat Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Sabtu, 18 Februari 2017.

(Baca: Koperasi Syariah 212 Miliki 15 Ribu Anggota)

Menurut Bachtiar, pembentukan koperasi semata untuk menjalankan perekonomian yang sesuai konstitusional. Menurutnya, 50% aset di Indonesia hanya dikuasi 1% persen orang di Indonesia. Sementara, 70% aset hanya dikuasi 2% oleh negara.

"Ekonomi sekarang lebih mementingkan pemilik modal besar yang tidak berpijak ekononi kerakyatan. Perekonomian sekarang lebih berpihak pada kapitalis, bukan pada kerakyatan," ungkapnya.

Ketua Dewan Pengawas Koperasi Syariah 212 Anggito Abimanyu menambahkan, pihaknya bakal melakukan sejumlah langkah untuk menguatkan ekonomi bisnis. Di antaranya dengan mengakuisisi toko menjadi warung 212, mengakuisisi sejumlah properti dan mengelolanya secara syariah, serta menjalankan simpan pinjam kepada anggota.

Namun, Anggito belum bisa menjelaskan secara detail perihal akuisisi toko serta properti yang ia maksud. Rencana itu bakal direalisasikan andai target 1 juta anggota dalam satu tahun dan 7,4 anggota dalam 5 tahun bisa tercapai.

"Saat ini, kami baru fokus pada administrasi anggota," ujar Anggito.


(NIN)