Elpiji 3 Kg di Pekalongan Mulai Langka

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 23 Apr 2017 14:35 WIB
kelangkaan elpiji
Elpiji 3 Kg di Pekalongan Mulai Langka
Sejumlah warga mengantri tabung gas elpihi 3 kg di Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Sepekan terakhir, warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan gas melon atau elpiji ukuran 3 kilogram. Banyak warga yang terpaksa membeli hingga ke luar daerah.

Beberapa warung dan pangkalan yang biasa menjual, saat ini hanya tersedia tabung kosong. Semakin jauh dari pusat kota, gas elpiji ukuran 3 kilogram harganya semakin mahal, bahkan ada yang mencapai Rp19.000.

Susan, warga Panjang Wetan, Kota Pekalongan mengaku kelangkaan gas melon sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Beberapa kali ia mendatangi warung atau pangkalan, namun usahanya nihil.

"Saya sudah datang ke beberapa warung, tapi persediaannya kosong. Kata pemilik warung pasokan tetap, akan tetapi lebih cepat habis dibeli. Ya, terpaksa memasak pakai seadanya, pakai kompor minyak dan kayu bakar," ungkapnya, Minggu, 23 April 2017.

Sementara itu, sebagai upaya, Pemerintah Kota Pekalongan, menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kg, dengan harga Rp15.500/tabung.

Menurut Kabag Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfia, Operasi Pasar diadakan selama dua hari, yakni 22 dan 26 April 2017. Dalam operasi pasar ini, pemkot bekerja sama dengan Pertamina menyediakan sebanyak 5.600 tabung.

"5.600 tabung ini dibagi dua dalam operasi pasar," terang Betty.

Kata Betty, untuk wilayah Kota Pekalongan sebenarnya sudah ada penambahan sekitar 1.600 tabung. Namun karena tingginya minat masyarakat terhadap gas elpiji 3 kg, sehingga sempat ada keterlambatan pengiriman.

"Akan kami lakukan penghitungan ulang, hari Selasa akan bertemu dengan pihak Pertamina dan akan kami bicarakan sekalian persiapan puasa dan Idulfitri, " tambahnya.


(SAN)