Ratusan Pelaku UKM Online Bahas E-commerce di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Rabu, 26 Apr 2017 14:24 WIB
e-commerce
Ratusan Pelaku UKM <i>Online</i> Bahas <i>E-commerce</i> di Yogyakarta
Kenduri Nasional E-UKM di Hotel Grand Tjokro, Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) online dan pelaku e-commerce dari berbagai bidang di seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta di acara Kenduri Nasional E-UKM. Acara yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) diadakan selama dua hari yakni Rabu-Kamis 26-27 April 2017 di Hotel Grand Tjokro, Yogyakarta.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari mengatakan sudah saatnya UKM di Indonesia menggunakan media online sebagai kendaran pemasaran untuk go ASEAN dan internasional.

"E-commerce merupakan salah satu infrastruktur ekonomi kreatif yang diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan penjualan produk kreatif anak bangsa di pasar domestik maupun pasar global," ujar Hari saat menjadi pembicara di Kenduri Nasional, Rabu, 26 April 2017.

Melalui acara kenduri nasional ini Bekraf berharap para UKM dapat saling berbagi ilmu perdagangan online untuk memajukan industri online nasional. Serta adanya perubahan paradigma dari para pelaku industri. "Agar nanti kisah sukses pelaku usaha online bukan hanya di Indonesia. Tapi juga di negara tetangga," katanya.

Berdasarkan riset BPS dan Bekraf pada tahun 2010 hingga 2015 nilai produksi industri kreatif menyumbang ekonomi nasional sekitar 7,66 persen. Di sisi lain, perdagangan online diprediksi mencapai US$130 miliar atau setara Rp1.710 triliun pada 2020.

Diharapkan pada tahun 2019 industri kreatif dapat menyerap tenaga kerja sebesar 17 juta orang dengan nilai ekspor sebesar US$221,5 miliar atau setara Rp282 triliun. Berdasarkan data BPS jumlah UMKM di Indonesia saat ini adalah 56,5 juta.

Ketua Umum IdEA Aulia E Marinto mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya bisa merangkul semua pihak seperti pelaku pelaku UMKM di daerah dan pemerintah untuk bisa memperkuat dan mempercepat ekonomi digital. "Kami sengaja memilih Yogyakarta karena memiliki sumber daya berkualitas juga terkenal sebagai kota seniman yang memiliki pengusaha-pengusaha muda yang kreatif," jelasnya.


(SAN)