Musim Tanam Garam di Jepara Mundur

Rhobi Shani    •    Selasa, 09 May 2017 09:04 WIB
produksi garam
Musim Tanam Garam di Jepara Mundur
Petani garam di Jepara, Jawa Tengah -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Masa produksi garam di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mundur. Pasalnya, hingga saat ini hujan masih mengguyur.

"Mundur produksinya, masih ada hujan," kata Khamsani, petani garam, di Jepara, Selasa 9 Mei 2017.

Khamsani menuturkan, tahun lalu di bulan yang sama, dirinya sudah bisa memanen garam. Namun, pada Mei tahun ini dia masih harus mempersiapkan lahan produksi garam.

"Kalau masih ada hujan turun, tidak bisa membuat garam. Air laut kalau sudah kena air hujan ya gagal, tidak bisa diteruskan. Harus mengeringkan lahan lagi, baru kemudian diisi air laut," beber Khamsani.

Khamsani berharap, cuaca segera stabil agar dirinya bisa mulai berproduksi. Proses produksi garam memerlukan waktu lima hingga 10 hari. Bergantung pada media yang digunakan.
 
Muslim, petani garam lainnya, memperkirakan harga garam akan melambung karena waktu produksi molor. "Saat ini stok garam kosong. Ini tentu saja mengatrol harga garam, sebab bakul (pedagang) sudah mulai mencari, tapi barangnya tidak ada," kata dia.

Menurut Muslim, harga garam akan mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per kuintal. Harga normal garam berkisar Rp30 ribu per kuintal.


(NIN)