Gula Dijual Sesuai HET namun Pembelian Dibatasi

Rhobi Shani    •    Minggu, 16 Apr 2017 17:51 WIB
harga sembako
Gula Dijual Sesuai HET namun Pembelian Dibatasi
Warga membeli gula di ritel Indomart di Jepara dengan harga sesuai HET, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Beberapa ritel modern di Jepara, Jawa Tengah, menerapkan harga eceran tertinggi (HET). Namun ketersediaan barang sangat terbatas.

Pantauan Metrotvnews.com di ritel Indomart diKawasan Tahunan, Jepara, Minggu 16 April 2017, harga gula pasir Rp12.500 per kilogram. Harga itu sesuai dengan HET yang diberlakukan Kementerian Perdagangan mulai 10 April 2017.

Tapi pengelola membatasi pembelian. Dalam sehari, konsumen hanya diperbolehkan membeli 1 kilogram gula.

"Sejak tiga hari ini stok kosong. Kalau pun ada kiriman barang, paling sekali kirim hanya 1 karton isi 24 kemasan," ujar Malkan, pelayan Indmart Tahunan. 

Malkan menambahkan, kebijakan pembatasan pembelian dilakukan agar tidak terjadi aksi borong. Sehingga, penjualan gula dan minyak dapat merata dinikmati semua kalangan masyarakat.
 
“Minyak yang harga Rp11.000 hanya yang dari pemerintah merk Family. Barangnya sudah tiga hari ini kosong,” kata Malkan.


(Harga gula di ritel Indomart di Jepara, MTVN - Rhobi Shani)
 
Pemerintah menerapkan HET bagi tiga jenis barang kebutuhan pokok ini agar harga dapat dikendalikan. Dengan begitu, harga di ritel modern dapat menjadi acuan harga pokok di pasar tradisional maupun toko kelontong.
 
Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Jepara Satu (Ratu), Nur Sadiyah mengungkapkan, pihaknya tak mengetahui jika pemerintah telah menetapkan HET untuk gula pasir dan minyak goreng. Saat ini, harga gula pasir merk Gulaku di Pasar Ratu Rp14 ribu per kilogram. Sementara, harga minyak goreng mencapai Rp13.500 per liter.
 
“Kalau gula pasir biasa Rp12.500, tapi kalau Gulaku Rp14 ribu,” kata Nur.
 
Nur berharap, pemberlakukan HET di ritel modern dapat menyeimbangkan harga di pasar tradisional dengan di pasar modren. Sehingga, masyarakat tetap memilih membeli di pasar tradisional.
 
“Kalau di toko-toko harga lebih murah, nanti pasarnya malah sepi tidak ada yang beli di pasar,” imbuh Nur.   


(RRN)