Solo Kekurangan 4.670 Supervisor di Industri Tekstil

Pythag Kurniati    •    Rabu, 10 Aug 2016 20:26 WIB
industri tekstil
Solo Kekurangan 4.670 Supervisor di Industri Tekstil
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Kota Solo, Rabu (10/8/2016).

Metrotvnews.com, Solo: Kota Solo, Jawa Tengah, masih membutuhkan 4.670 tenaga kerja tingkat kepala regu atau supervisor di bidang industi tekstil. Sedangkan untuk Jawa Tengah, jumlah kekurangannya mencapai 8.496 supervisor.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Mujiyono, mengungkapkan Kota Solo memiliki 273 industri tekstil dengan tenaga kerja 122.916 orang. Total di Jawa Tengah terdapat 516 industri tekstil dengan jumlah tenaga kerja 223.583 orang. 

"Untuk memenuhi tenaga kerja kompeten, kami bentuk Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil (TPT),"  kata Mujiyono di kawasan Solo Techno Park, Kota Solo, Rabu (10/8/2016).

Di akademi ini ada 117 orang siswa. Untuk angkatan selanjutnya sudah ada 300 pendaftar namun hanya 180 yang nantinya diterima. "Kita dihadapkan pada kebutuhan tenaga kerja bidang tekstil yang mencapai 4 ribuan,” kata dia.

Siswa di Akademi Komunitas TPT Solo, lanjutnya, dididik dengan kurikulum kompetensi kerja nasional. “Lulusannya akan mendapatkan sertifikasi kompetensi serta langsung diserap oleh industri tekstil,” papar Mujiyono.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan akademi komunitas di Solo ini sesuai dengan pola vokasional di Jerman dan dapat menjadi contoh bagi akademi komunitas lainnya di Indonesia. Terlebih, kata dia, industri tekstil menjadi andalan Kementerian Perindustrian.

Airlangga mengatakan Akademi Komunitas TPT di Solo merupakan salah satu cara meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia. 

“Daya saing SDM Indonesia nomor delapan di tingkat Asean, masih di bawah Vietnam dari segi kompetensi. Ini yang harus kita tingkatkan,” kata politisi Golkar itu.

Dalam kesempatan tersebut Airlangga bersama Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo meninjau proses penjahitan dan pembuatan pola di Akademi Komunitas TPT di Kota Solo, Jawa Tengah.


(UWA)