Jajanan Tradisional Jadi Borongan Wisatawan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 20 Jun 2018 08:42 WIB
Ramadan 2018
Jajanan Tradisional Jadi Borongan Wisatawan
Suasana salah satu toko oleh-oleh di Gunungkidul. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Gunungkidul: Jajanan tradisional menjadi banyak favorit pilihan wisatawan sebelum meninggalkan Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jajanan dari thiwul, pengganti beras dari singkong, hingga penganan dari UKM lokal Gunungkidul jadi pilihan wisatawan.

Di sebuah toko oleh-oleh di Gunungkidul, kue dari tepung mokaf jadi salah satu favorit wisatawan. Selain itu, beragam olahan keripik juga jadi pilihan lain sebagai oleh-oleh. Harga oleh-oleh yang ditawarkan kisaran Rp10 ribu hingga Rp35 ribu.

"Tadi beli thiwul, sama belalang goreng dan keripik pisang. Lihat wujudnya menarik," ujar Yati, seorang wisatawan asal Jawa Barat, Selasa, 19 Juni 2018.

Ia mengaku membeli oleh-oleh untuk keluarganya dan rekan kerja. Baginya, oleh-oleh yang dibeli tak mudah diperoleh di kota besar.

Salah satu pemilik toko oleh-oleh 'Sinori', Sidun Tri Endarto menyatakan menyiapkan sekitar 80 kilogram tepung mokaf untuk bahan olahan kue. Menurutnya, jika stok habis pihaknya bisa segera memesan.

Toko 'Sinori' tersebut jadi mitra sejumlah usaha kecil menengah (UKM) di Gunungkidul pembuat tepung mokaf. Tepung mokaf terbuat dari singkong atau ketela pohon yang telah melalui berbagai proses. UKM pembuat tepung mokaf kian langka karena dari 11 UKM hanya tinggal dua saja.

Olahan tepung mokaf menjadi kue itu terdapat aneka rasa. "Jadi banyak pilihan. Kami pasarkan pakai media sosial. Kue berbahan tepung mokaf ini bisa tahan tujuh hari kalau disimpan di dalam kulkas," ungkapnya.

Selain oleh-oleh, kuliner tradisional juga jadi pilihan banyak wisatawan. Salah satunya bakmi Jawa. Rahmanto, seorang pemilik warung bakmi Jawa di Playen, mengaku penjualan di libur lebaran meningkat tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Rahmanto bisa menghabiskan 10 ekor ayam kampung dalam sehari. "Kira-kira bisa buat ratusan piring terjual. Harga perporsi dari Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Hasilnya (berjualan) lumayan untuk biaya sekolah anak," ujarnya.


 


(SUR)