Hasil Kerajinan SMA Luar Biasa di Jepara Beredar di Seluruh Indonesia

Rhobi Shani    •    Selasa, 11 Apr 2017 15:13 WIB
humaniora
Hasil Kerajinan SMA Luar Biasa di Jepara Beredar di Seluruh Indonesia
Siswa SMA LB di JEpara menata hasil kerajinan di show room sekolah -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Siswa SMA Luar Biasa (LB) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selain dibekali ilmu pengetahuan, juga diberi keterampilan. Hasilnya, belasan jenis produk kerajinan karya mereka sudah beredar ke penjuru Indonesia.

Firman Jamaludin, seorang siswa tuna rungu, sedang sibuk membuat papan catur di bengkel kayu SMA LB Jepara. Tangannya memegang pahat, sementara pandangannya fokus pada batang kayu yang diputar dengan mesin dinamo.

Sesekali, Fiman mengeluarkan alat ukur. Berdiri di sisi kirinya, Didin Rosmidi, guru pengelola bengkel kayu.

Dengan bahasa isyarat, Firman bercerita jika dia tak menuai kendala saat membuat papan catur. Hanya saja, Firman mengaku masih takut memotong kayu dengan gergaji mesin.

"Dulu pernah kena (gergaji mesin) sedikit," kata Firman, Selasa, 11 April 2017.

Pengelola bengkel kayu SMA LB Jepara Didin Rosmidi menjelaskan, kerajinan karya siswanya yang banyak diminati pasar adalah bola bocce, papan catur khusus tuna netra, sangkar burung, puzzle, dan alat peraga untuk taman kanak-kanak (TK). Pesanan tidak hanya datang dari sejumlah sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Tengah, tapi juga dari luar Jawa.

"Terutama bocce, yang pesan ada dari Padang dan Lampung. Hampir semua SLB yang memiliki siswa tuna grahita down sindrom pesan bocce dari sini," ujar Didin.

Satu set bola bocce karya siswa SMA LB Jepara dibanderol Rp500 ribu untuk yang ukuran besar. Sedangkan, satu bola bocce ukuran kecil dijual Rp250 ribu.

Menurut Didin, proses pembuatan bola bocce sepenuhnya dikerjakan siswa tuna rungu. "Mulai dari membuat pola sampai finishing dikerjakan anak-anak semua. Kami hanya mendampingi pengawasan saja," terangnya.

Lantaran semua dikerjakan siswa, lanjut Didin, pihak sekolah terbatas dalam menerima pesanan. Dalam sebulan, siswa hanya mampu membuat dua set bola bocce. Satu set bola bocce terdiri dari delapan bola dengan dua warna.

"Kalau papan catur khusus tuna netra, dalam sebulan hanya mampu membuat satu," ungkap Didin.

Meski barang-barang kerajinan dibuat siswa berkebutuhan khusus, kualitasnya tak kalah dengan hasil pabrikan atau pekerja industri mebel rumahan. Bahan baku yang digunakan juga kayu pilihan, seperti jati dan mahoni. Meski begitu, barang kerajinan karya siswa SMA LB dijual di bawah harga pasaran.
(NIN)