Air Permukaan di Tirtonadi Solo Bakal Diolah PDAM

Pythag Kurniati    •    Minggu, 24 Apr 2016 14:18 WIB
pdam
Air Permukaan di Tirtonadi Solo Bakal Diolah PDAM
Kawasan Kali Pepe di Tirtonadi ini akan dibangun embung Tirtonadi. Nantinya PDAM akan mengolah air permukaannya menjadi air minum. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Selain dirancang sebagai pengendali banjir, proyek pembangunan embung Tirtonadi juga direncanakan dapat menyuplai air bersih. Suplai air khususnya untuk warga Solo utara yang berada di sekitaran Tirtonadi.

Pernyataan tersebut mengemuka saat peringatan hari ulang tahun ke-40 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo di Kantor Pusat PDAM Solo, Jalan Adi Sucipto, Solo, Jawa Tengah, Minggu, 24 April 2016. 

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo telah berkoordinasi dengan PDAM Solo untuk merealisasikan pengolahan air minum dari air permukaan di kawasan Tirtonadi. “Ini Pak Maryanto (Direktur Utama PDAM Solo) kita minta untuk  membuat konsep. Itu nanti akan dikerjakan tiga tahun anggaran mulai 2016 hingga 2018 selesai untuk pengolahan air bersih sekaligus seluruh pembangunan embung Tirtonadi,” ungkap Rudy usai menghadiri acara ulang tahun ke-40 PDAM Solo.

Direktur Utama PDAM Solo, Maryanto, mengatakan, nantinya air minum bersih akan menyuplai kebutuhan warga di sekitar kawasan Minapadi hingga Nusukan. Di daerah tersebut, lanjutnya, memang masih banyak terkendala persoalan air bersih. Selama ini PDAM mengandalkan sumur dalam Tirtonadi.

“Dan kondisi sumur tersebut sudah drop juga. Maka jika air permukaan di Tirtonadi ini berhasil diolah akan bisa memberi menggantikan sumur dalam. Target kita nantinya 2020 seluruh sumur dalam hanya sebagai cadangan saja,” papar dia.

Maryanto mengungkapkan saat ini rencana pengolahan air bersih dari air permukaan di Tirtonadi tengah dikaji lebih jauh. Bendungan Tirtonadi akan ditinggikan 3,5 meter sehingga mampu menampung 2 juta meter kubik air.

“Yang akan kita pakai  untuk suplai air minum sekitar satu juta kubik, sisanya bisa digunakan sebagai wisata,” terang Maryanto.

Mengenai kendala limbah di sekitar sungai kawasan Tirtonadi, Maryanto, mengatakan, BLH akan menangani hal tersebut. “Sudah kita lontarkan mengenai limbah industri tekstil di kawasan itu. BLH kan sudah punya aturan, mereka akan menangani masalah tersebut,” pungkas dia.

Pemerintah Kota Solo akan membangun Embung Tirtonadi. Embung ini berfungsi sebagai pengendali banjir, destinasi wisata serta menyuplai air minum bagi warga sekitar. Pemkot menargetkan pembangunan embung Tirtonadi beserta seluruh infrastruktur pendukungnya rampung pada 2018.


(SAN)