Ma'ruf Dorong Produk dan Sistem Ekonomi Halal

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 15 Oct 2018 04:00 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Ma'ruf Dorong Produk dan Sistem Ekonomi Halal
Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin. (MI/Pius Erlangga)

Bantul: Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, KH Ma'ruf Amin mendorong produk halal menjadi kehidupan bersama. Menurut dia, halal bisa menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat. 

"Apalagi di Indonesia punya UU Jaminan Produk Halal. Halal yang semula kesukarelaan, setelah 2019, halal (bisa) menjadi wajib," kata Ma'ruf di penutupan Jogja Halal Fest 2018 di Gedung Jogja Expo Centre (JEC) Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada Minggu malam, 14 Oktober 2018. 

Ia memperkirakan, produk bersertifikat halal di Indonesia sekitar 15-20 persen. Sesudah 2019, ia memperkirakan bisa mencapai 80-100 persen. 

Ma'ruf menambahkan, pemerintah telah mencanangkan Indonesia menjadi produsen produk halal. Tak hanya jadi konsumen.

"Pemerintah akan mencanangkan pelabuhan halal. Belanda punya halal port. Supaya tidak bercampur dengan yang tak halal kita juga merencanakan area industri halal, di Pulo Gadung dan Sidoarjo, Jawa Timur," ujarnya. 

Ma'ruf menyampaikan, sistem keuangan di Indonesia telah menerapkan sistem syariah juga konvensional. Perbankan pun bakal menggunakan dual sistem. 

Halal, kata dia, bukan cuma makanan. Tapi, bagaimana memperoleh biaya penghidupan, keuangan, dan jasa. 

"Sistem ini sudah ada UU Perbankan Syariah, UU surat berharga syariah, dan pasar modal syariah. Tapi sayang pangsa pasar ekonomi syariah masih rendah, masih sekitar 29 persen. Mari kita kembangkan ini," tandasnya.


(LDS)