Kulon Progo Siapkan 194 Ribu Meter Persegi Lahan Relokasi

Patricia Vicka    •    Kamis, 10 Nov 2016 19:18 WIB
bandara
Kulon Progo Siapkan 194 Ribu Meter Persegi Lahan Relokasi
Maket New Yogyakarta International Airport. (Metrotvnews.com/bpmpt.kulonprogokab.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sudah menyiapkan rencana detail tempat relokasi warga terdampak New Yogyakarta International Airport.

Bagi warga mampu, pemkab menyiapkan sekitar 194 ribu tanah kas desa (TKD) untuk relokasi. Sementara bagi warga kurang mampu akan direlokasi ke Pakualaman Ground (PAG) dengan menggunakan sistem magersari alias pinjam pakai.

Baca: Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bandara Masuk Tahap III

Penjabat Bupati Kulon Progo Budiantono menjelaskan tanah relokasi tersebar di tujuh desa. Yakni, 4.841 meter persegi di Desa Jangkaran, 18.100 meter persegi di Desa Sindutan, 15.660 meter persegi di Desa Kebonrejo, 29.380 meter persegi di Desa Janten, 67.461 meter persegi di Desa Palihan, dan 58.780 meter persegi di Glagahsari.

"Relokasi ini bersifat mandiri. Artinya warga tetap membeli tanah dan membangun dengan uang sendiri. Pemerintah kabupaten akan mendampingi dalam hal penyediaan dan pembuatan rumah," ujarnya usai penandatanganan perjanjian kerja sama permukiman kembali warga terdampak Bandara Kulon Progo di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (10/11/2016).

Setiap warga yang direlokasi akan disediakan tanah dengan luas maksimal 200 meter persegi. Selain itu pemerintah akan membantu membangunkan rumah dengan empat pilihan tipe dan desain.

Baca: Warga Penolak Bandara Tak Diundang Saat Konsultasi Studi Amdal

"Ada tipe 36, 45, 60, dan 100. Tapi kami kasih pilihan masyarakat mau bangun sendiri atau dibangunin," jelas pria yang merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY.

Plt Sekda DIY Rani Sjamsinarsi menjelaskan Pemkab Kulon Progo dan Pemda DIY akan turut membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial di sekitar kompleks perumahan agar masyarakat bisa tinggal nyaman ditempat baru.

"Dinas PUP dan ESDM akan membuat siteplan permukiman layak huni bagi warga. Di situ ada sarana dan prasarana umum seperti air bersih, drainase bagus, dan listrik," pungkasnya.

Baca: Kebut Bandara Kulon Progo, Dirut AP 1 Temui Sultan

Hingga kini sudah ada 262 kepala keluarga terdampak bandara yang mendaftarkan diri pada program relokasi ini. Program relokasi akan dilakukan usai proses pembebasan tanah selesai.


(SAN)