Gas Melon di Sleman Langka dan Harga Meroket

Patricia Vicka    •    Selasa, 23 May 2017 17:35 WIB
elpiji 3 kg
Gas Melon di Sleman Langka dan Harga Meroket
Elpiji 3 kg di salah satu agen di Kabupaten Sleman DIY. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah warga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram. Harga gas dalam kemasan tabung melon itupun melonjak signifikan.

Pantauan Metrotvnews.com, Selasa, 23 Mei 2017, elpiji 3 kg dijual seharga Rp23 ribu per tabung. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg Rp15.500 per tabung. HET itu termaktub dalam Pergub DIY No 28 tahun 2015.

Salah seorang warga asal Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, Sulis, 38, mengaku sulit mendapat gas elpiji 3 kg sejak beberapa minggu terakhir. Akibat kelangkaan ini, ia terpaksa membeli gas elpiji dengan harga Rp22-23ribu per tabung.

"Biasanya saya beli cuma Rp18ribu. Biar mahal saya tetap membeli. Karena buat masak sehari-hari," katanya.

Terpisah, Yusuf, 52, salah seorang pengecer gas elpiji, di Pogung Lor, mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena berkurangnya jatah pasokan gas dari agen. Dalam seminggu biasanya ia mendapat pasokan 100 tabung elpiji 3 kg. Kini, pasokannya cuma sekitar 40-50 tabung per minggu.

"Sejak pasokan berkurang, saya menaikan harga jadi Rp23ribu per tabung. Biasanya  saya jual Rp18-20ribu," katanya.

Halim, salah satu agen elpiji di Kecamatan Mlati malah menuding kelangkaan akibat Pertamina mengurangi pasokan. Biasanya, ia mendapat pasokan 130 tabung setiap dua minggu sekali. Namun kini berkurang menjadi 120 tabung saja.

"Sudah dikurangi sekitar sebulan belakangan. Alasannya untuk pemerataan. Sekarang saya jual Rp16.000-Rp16.500 per tabung. Begitu datang, dalam hitugan menit semua gas langsung habis," katanya.

Menurut Halim, kelangkaan gas elpiji saat menjelang bulan puasa adalah hal yang rutin terjadi. Kelangkaan terjadi satu minggu sebelum memasuki bulan puasa. Pasokan akan berangsur kembali normal satu minggu setelah memasuki bulan puasa.

Manager Communication Pertamina Area Jawa Tengah dan DIY Andar Titi Lestari membantah adanya kelangkaan gas melon. Malah jelang Ramadan, Pertamina sudah menambah pasokan sebanyak 6 persen dari pasokan bulan normal.


(SAN)