Perbankan Banyumas Diprediksi Tumbuh di Atas Target Nasional

Antara    •    Selasa, 21 Feb 2017 17:57 WIB
perbankan
Perbankan Banyumas Diprediksi Tumbuh di Atas Target Nasional
Pengunjung melihat bangunan Hulp En Spaar Bank, yang berada di kompleks museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Purwokerto, Jateng. (Ant/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Purwokerto: Pertumbuhan perbankan di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, pada tahun 2017 diprediksi tinggi. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dianggap jadi salah satu pemicu.

"Untuk tahun 2017 kami perkirakan akan lebih baik karena kondisinya mendukung," kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto Farid Faletehan, usai Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan "Financial Executive Gathering 2017" di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, 21 Februari 2017.

Menurut dia, indikasi pertumbuhan perbankan tersebut terlihat dari menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Ia mengatakan target pertumbuhan perbankan di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara tahun 2017 mengikuti nasional sebesar 9 persen-12 persen.

"Kalau tahun 2016 sekitar 8 persen-9 persen," katanya.

Dia optimistis pertumbuhan perbankan di eks Keresidenan Banyumas mampu di atas nasional.

Sementara saat memberi sambutan, Farid mengatakan aset perbankan secara nasional posisi Desember 2016 mencapai Rp6.852 triliun. Sedangkan total aset perbankan di wilayah Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp512 triliun.

Dengan demikian, kata dia, bagian (share) perbankan di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto atau di eks Keresidenan Banyumas terhadap total perbankan di
Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp32,18 triliun atau 6,28 persen.

Rinciannya, Banyumas 52,61 persen atau sebesar Rp16,93 triliun; Cilacap sebesar 25,85 persen atau Rp8,32 triliun; Banjarnegara sebesar 11,93 persen atau Rp3,8 triliun; dan Purbalingga 9,61 persen atau Rp3,1 triliun.

"Jika dibandingkan dengan total aset perbankan Daerah Istimewa Yogyakarta (DlY) sekitar Rp65,13 triliun, share eks Keresidenan Banyumas mencapai 49,41 persen," katanya.

Sedangkan share total Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/S) di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto terhadap total BPR/S di Provinsi Jawa Tengah sebesar 19,50 persen.


(SAN)