Kemendag Temukan Masih Banyak Harga di Atas HET

Pythag Kurniati    •    Minggu, 07 May 2017 16:47 WIB
perdagangan
Kemendag Temukan Masih Banyak Harga di Atas HET
Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Eva Yuliana melakukan sidak di ritel modern di Solo -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Kementerian Perdagangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah ritel modern di Solo, Jawa Tengah. Sidak dilakukan untuk memantau penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pada 10 April 2017.

Hasilnya, sejumlah ritel modern masih menjual harga di atas HET yang ditetapkan Mendag Enggartiasto Lukita. "HET gula Rp12.500. Ini gula setengah kilogram Rp8.500. Seharusnya, menurut HET harganya dikisaran Rp6 ribu," kata Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Eva Yuliana di Lottemart, Jalan Bhayangkara, Solo, Jawa Tengah, Minggu 7 Mei 2017.

Begitu pula dengan harga minyak goreng. HET minyak goreng kemasan Rp 11 ribu per liter.

"Kalau satu liter kemasan pillow pack sudah sesuai. Sedangkan, yang dua liter harganya Rp25 ribu, melebihi HET," jelas Eva.

Kasus yang sama juga ditemukan di Hypermart, Solo Grand Mall. Gula pasir kemasan dua kilogram dijual dengan harga berbeda.

Gula pasir berwarna kecoklatan kemasan dua kilogram dijual Rp25 ribu. Namun, gula pasir berwarna putih kemasan dua kilogram dijual Rp 28.900.

"Tidak boleh begini. Ini sama-sama gula pasir, manisnya pun sama. Harganya juga harus sama sesuai aturan," papar Eva.

Sementara, di ritel modern yang belum tergabung dengan Aprindo, Atria Swalayan, harga komoditas gula dan minyak goreng seluruhnya melebihi HET. "Harga minyak goreng kemasan Rp13 ribu per liter dan harga gula Rp14 ribu per kilogram," papar dia.

Eva pun memberikan teguran dan mendorong ritel modern mendaftar menjadi anggota Aprindo. "Kalau sudah menjadi anggota Aprindo, ritel-ritel bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah. Selain itu, Aprindo akan membantu mendapatkan barang dengan harga terjangkau, sehingga bisa dijual ke masyarakat sesuai HET," terangnya.

Selain memantau HET, sidak juga untuk memberi kepastian dan perlindungan bagi masyarakat menjelang Ramadan dan lebaran. "Kami ingin pastikan harga dan stok aman. Sehingga, masyarakat pun bisa beribadah dengan nyaman," tutup dia.


(NIN)