Bekraf Persilakan Daerah Ajukan Bantuan Ruang Kreatif

Pythag Kurniati    •    Senin, 10 Apr 2017 13:34 WIB
badan ekonomi kreatif
Bekraf Persilakan Daerah Ajukan Bantuan Ruang Kreatif
Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Hari Santosa Sungkari (batik merah) saat berada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Metrotvnews.com, Solo: Kabupaten dan kota di Indonesia berpeluang mengembangkan potensi ruang kreatif di daerahnya masing-masing. Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Hari Santosa Sungkari mengungkapkan, Bekraf memberi lampu hijau bagi daerah untuk mengajukan bantuan.

“Setiap kabupaten atau kota dapat mengajukan proposal. Kita bisa membantu renovasi hingga Rp3 miliar, peralatan hingga Rp1 miliar dan fasilitas teknologi hingga Rp2 miliar. Namun semuanya tidak kita berikan dalam bentuk uang,” ungkap Hari, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 10 April 2017.

Teknisnya, daerah harus mengusulkan lokasi strategis untuk ruang kreatif di daerahnya. Ruang dan fasilitas nantinya harus dapat menstimulasi kegiatan kreatif di daerah.

“Fisiknya harus ada. Kita tidak akan membangun gedung. Jadi misalkan bekas gedung kosong akan diperuntukkan tempat membuat desain batik terbaru, silakan. Diperuntukkan pembuat aplikasi untuk membuat game terbaru, silakan,” jelas Hari. 

Daerah juga harus memastikan bahwa potensi di tempat tersebut berkaitan dengan salah satu dari 16 subsektor kreatif yang ditangani Bekraf seperti seni pertunjukan, kria, desain interior, musik, kuliner dan lain sebagainya.

“Akan ada tim kurator independen. Mereka akan melihat apakah benar ada dampak kegiatan kreatif ke daerah. Daerah membuat proposal, mengisi formulir kemudian akan ada uji petik dari tim independen,” tutur dia.

Syarat lainnya, Hari mengungkapkan, yakni adanya agenda kegiatan rutin selama dua tahun. “Jadi apa yang kita fasilitasi berkesinambungan dengan kegiatan kreatif, jangan bentuknya ada tapi tidak ada kegiatan apa-apa,” ujarnya.

Tahun 2017, Bekraf menargetkan program tersebut menyasar 15 kabupaten dan kota di Indonesia. “Kami sudah sosialisasikan kepada pemerintah kabupaten dan kota. Sedangkan batas akhir penyerahan proposal pada 21 April,” tutupnya.


(SAN)