130.370 Unit Usaha Baru Hadir di Yogya Selama 10 Tahun Terakhir

Patricia Vicka    •    Rabu, 24 May 2017 17:00 WIB
bps
130.370 Unit Usaha Baru Hadir di Yogya Selama 10 Tahun Terakhir
Salah satu usaha mikro kecil di Yogyakarta. (Ant/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Hasil sensus ekonomi 2016 oleh Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut ada 533.670 unit usaha di wilayah itu. Jumlah tersebut hanya meningkat 32,33 persen dibanding sensus ekonomi 2006 sebanyak 403.300 unit usaha. Atau, hanya bertambah 130.370 usaha dalam kurun waktu 10 tahun.

Kepala BPS DIY JB Priyono menjelaskan, unit usaha didominasi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK). Dari 533.670 unit usaha, sebanyak 98,36 persen (524.940) merupakan UMK.

"Sedangkan 1,61 persen atau sekitar 8.740 adalah Usaha Menengah Besar (UMB)," jelas Priyono saat pemaparan hasil Survey Ekonomi 2006 DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 24 Mei 2017.

Kabupaten Sleman menjadi wilayah yang memiliki unit usaha terbesar dengan jumlah 145.442 usaha. Disusul Kabupaten Bantul dengan 141.362 usaha, dan Gunungkidul sebanyak 112.406 usaha. "Paling sedikit Kulon Progo yang berjumlah 64.692 usaha," kata Priyono.

Rincian data usaha di Sleman terdiri dari UMK sebanyak 141.601 UMK dan UBM sejumlah 3.841 usaha. Sementara di Kulon Progo, 64.288 UMK dan 404 UMB.

Tiga sektor utama yang menyerap tenaga kerja terbanyak yakni industri pengolahan yang menyerap 375.480 tenaga kerja. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan motor 339.810 pekerja, dan penyediaan akomodasi dan makan dan minum 183.410 pekerja.

Kepala Bappeda DIY Taviv Agus Rayanto akan menindaklanjuti hasil sensus ekonomi ini dengan melakukan evaluasi perencanaan dan pelaksanaan seluruh SKPD.

"Hasil sensus akan jadi alat pengambil kebijakan kami ke depan. Swasta juga bisa melihat ini sebagai peluang melihat tren dan mengetahui pertumbuhan suatu daerah," tutur Taviv.

Sensus Ekonomi dilakuakn selama Mei 2016 dengan cara memperoleh data dasar usaha atau perusahaan yang bergerak di berbagai aktivitas usaha di luar usaha pertanian.


(SAN)