Pariwisata Sleman tak Terlalu Terpengaruh Cuaca Ekstrem

Patricia Vicka    •    Kamis, 24 Nov 2016 14:38 WIB
cuaca ekstrem
Pariwisata Sleman tak Terlalu Terpengaruh Cuaca Ekstrem
Peserta mengikuti pawai Edan-edanan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2015 bertajuk 'eDan-eDanan' di Jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. (Ant/Andreas Fitriatmoko)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Cuaca ekstrem yang melanda Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai tak terlalu berpengaruh pada pariwisata, meski ada lokasi wisata yang ditutup sementara. Hanya wisatawan dalam provinsi yang membatalkan kunjungan.

Ditemui di kantornya, Kamis, 24 November, Kepala Dinas Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmi Dewi menyebut hanya terjadi sedikit penurunan jumlah kunjungan. Itu pun wisatawan dari sekitar Sleman.

"Berkurang sedikit kunjungan. Biasanya dari keluarga yang tinggal di sekitar sini. Kalau hujan, jadi batal pergi wisata," ujarnya tanpa merinci angka penurunan wisatawan.

Ia menegaskan, kunjungan rombongan wisata dari luar Yogyakarta tak berkurang. Sebab, rombongan wisatawan biasanya sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. 

Laksmi mengatakan, selama musim penghujan setidaknya ada satu tempat wisata yang sempat ditutup karena longsor, yakni Tlogo Muncar di dalam kawasan Kaliurang. Namun tempat wisata tersebut sudah dibuka kembali.

Dia meminta wisatawan berhati-hati saat mengunjungi daerah wisata yang berada di sekitar lereng Gunung Merapi. Sebab, daerah tersebut masuk dalam daerah rawan bencana. Pihaknya telah memasang peringatan dan tanda bahaya di sekitar tempat-tempat yang rawan bencana.

"Kami juga akan terus berkomunikasi dengan petugas di tempat wisata dan BMKG untuk memantau keadaan. Jika ada bencana, kami akan mengkomunikasikan ke calon wisatawan untuk berhati-hati saat mengunjungi tempat wisata," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Sleman, kunjungan wisatawan hingga September 2016 sekitar 2,915 juta orang. Jumlah ini telah mencapai 71,1 persen dari target 4,1 juta wisatawan.


(SAN)