Pemerintah Pantau Bawang Merah dan Bawang Putih di DIY

Patricia Vicka    •    Rabu, 17 May 2017 19:09 WIB
pangan
Pemerintah Pantau Bawang Merah dan Bawang Putih di DIY
Pekerja mengangkut karung berisi bawang putih di sebuah pasar di Palembang, Ant - Fenny Selly

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) DIY memprediksi harga bawang merah akan terkerek naik dua minggu jelang Ramadan. Kenaikan diperkirakan mencapai Rp10 ribu per kg. Demi mencegah kenaikan harga, TPID melakukan sejumlah cara. Misalnya mengimbau para pedagang besar bawang merah di Kabupaten Bantul tak menimbun dan menaikkan harga.

Asisten Perekonomian Daerah Setda DIY Gatot Saptadi menjelaskan berdasarkan hasil penelitian Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, kenaikan dan penurunan harga bawang merah di DIY, Nganjuk, Pati dan sekitarnya ditentukan oleh lima pedagang besar di daerah Samas Bantul. 

Kabupaten Bantul merupakan penghasil bawang merah terbaik dan terbanyak se-DIY. Pasokan bawang merah di wilayah DIY, Pati, Nganjuk dan sekitarnya sebagian besar berasal dari Kabupaten Bantul.

"Kami minta Pemkab Bantul untuk mengimbau para pedagang besar bawang merah untuk tidak menimbun dan menaikkan harga bawang merah terlalu tinggi," ujar Gatot dalam jumpa pers Pantauan Harga Bahan Pokok bersama TPID di Kepatihan Yogyakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Selain itu  TPID akan mendatangkan pasokan bawang merah dari wilayah lain seperti Kulon progo dan Gunung Kidul. TPID turut akan melakukan operasi pasar disejumlah pasar tradisional di DIY. Pengawasan harga bawang merah juga dilakukan dari hulu ke hilir pangan.  "Harga bawang merah sekarang sudah turun dibandingkan bulan Maret karena sudah panen. Sekarang harga bawang merah berkisar Rp24 ribu- Rp26 ribu per kilo," jelasnya.
 
Sementara untuk pasokan bahan pangan lainnya TPID DIY memastikan stok aman dan tercukupi. Maman Suherman  anggota TPID DIY  dari Dinas Pertanian DIY mengatakan stok beras saat ini tersedia 25 ribu ton. Panen berikutnya diperkirakan bulan Juni. ‘’Jadi kita akan mempunyai stok sebanyak 182.500 ton yang cukup buat lima bulan kedepan,’’ungkap Suherman.

Pasokan daging Sapi juga dipastikan melimpah sebab Sapi yang diternakkan di seluruh DIY hingga Juni 2017 diprediksi mencapai 11.254 ekor. Jumlah ini melebihi kebutuhan daging Sapi. HIngga kini daging sapi murni dipasaran berkisar Rp113 ribu/kg- Rp130 ribu/ kg.

Pemda DIY turut menghimbau warga untuk tidak panik buying dan membeli barang secara berlebihan menjelang lebaran agar tidak terjadi kenaikan harga signifikan.

Satgas Pangan Bertindak

Sementara itu Satgas Pangan Polda DIY sudah mulai bergerak memantau dan mengawasi harga pangan di seluruh DIY. Satgas Pangan kini tengah menyelidiki penyebab kenaikan harga bawang putih yang cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional.

Anggota Satgas Pangan Polda DIY AKBP Andrie Satia Graha mengatakan sejak dibentuk pada 3 Mei 2017, tim langsung terjun ke lapangan dan memantau pergerakan harga bahan pangan ke pasar tradisional dan modern. Satgas turut menerjunkan polisi tak berseragam dari BIN untuk mengetahui distribusi dan pergerakan harga pangan dari petani atau produsen ke distributor sampai ke konsumen..

 "Kami juga melibatkan Polsek setempat dan BIN untuk memantau mata rantai barang hingg ake tingkat penjual. Yang kami awasi seperti pangan hasil pertanian seperti bawang, cabe dan daging serta sembako," ujar Andrie saat jumpa pers bersama tim TPID soal pantauan harga pangan di kompleks Kepatihan DIY.

Terkait harga bawang putih, satgas pangan kini tengah menyelidiki penyebab utama kenaikan ini. Salah satu caranya dengan turut mengikuti dan mengawal tim TPID saat melakukan sidak dan pantauan ke sejumlah pasar tradisional dan modern di empat kabupaten dan kota.  Satgas juga turut mendatangi sejumlah asosiasi tanaman dan bahan pangan. 

Hingga kini Andri menegaskan pihaknya belum menemukan indikasi penimbunan bawang. Berdasarkan hasil pantauan dan pengwasan bersama tim TPID, harga bawang putih import terkerek naik disebabkan karena ongkos distribusi barang yang tinggi.

"Kesimpulan sementara harga bawang putih mahal karena ongkos distribusi dari distributor ke sub agen, agen hingga ke pasar yang tinggi," terang pria yang menjabat sebagai kasubid 2 Bidang Industri dan Perdagangan Drektorat Reskrimsus Polda DIY ini.

Namun jika terbukti ada penimbunan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi pidana kepada seluruh penimbun. Berdasarkan pantauan tim TPID, harga bawang putih dipasar DIY berkisar Rp55 ribu- Rp60 ribu per kilo. idealnya harga bawang putih berdasarkan peraturan dari kemendag adalah Rp38 ribu per kilo.



(RRN)