Lahan Proyek Tol di 3 Kecamatan di Tegal Belum Bebas

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 04 Oct 2016 18:15 WIB
tol
Lahan Proyek Tol di 3 Kecamatan di Tegal Belum Bebas
Rumah mewah bertingkat di tengah proyek Jalan Tol Trans Jawa di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Lahan untuk proyek jalan tol Pejagan-Pemalang seksi III (Brebes Timur-Tegal) dan seksi IV (Tegal-Pemalang) di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sebagian belum dibebaskan. Padahal, saat ini sudah mendekati akhir tahun.

"Walau hanya sisa dua bulan di tahun ini, tapi kami optimistis proses pembebasan lahan bisa selesai sesuai target," kata Ketua Satgas B Pelaksana Pengadaan Tanah Proyek Jalan Tol Seksi III dan IV, Makmuri, Selasa (4/10/2016).

Menurut dia, dari dua seksi itu, sebagian besar lahan yang belum dibebaskan berada di seksi III. Meliputi 18 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dukuhturi, Adiwerna, dan Talang. Mayoritas, kata Makmuri, lahan itu merupakan permukiman warga.

"Saat ini masih dalam proses penilaian oleh tim apraisal untuk menentukan harga ganti rugi," ujarnya.

Makmuri menjelaskan, di seksi III terdapat 1.233 bidang tanah yang harus dibebaskan, atau seluas 764.158 meter persegi. Dari jumlah itu, yang sudah dibebaskan baru 569 bidang atau seluas 458.144 meter persegi.

Adapun, tanah yang belum dibebaskan paling banyak berada di Kecamatan Adiwerna meliputi Desa Adiwerna dan Kalimati, serta di Kecamatan Talang meliputi Desa Pasangan, Langgen, Pegirikan, Pekiringan, dan Gembong Kulon.

"Kalau di Kecamatan Dukuhturi, dari tiga desa semua sudah dibebaskan, kecuali satu di Desa Sidakaton karena pemiliknya mengajukan gugatan ke pengadilan," kata Makmuri.

Sementara di seksi IV yang meliputi 15 desa di empat kecamatan, Makmuri menyebut proses sudah mencapai lebih dari 80 persen dari 1.205 bidang tanah yang harus dibebaskan. "Dari 1.205 bidang tanah seluas 1.402.342 meter persegi, 985 bidang atau seluas 1.174.366 meter persegi sudah dibebaskan," ungkapnya.

Makmuri menegaskan, pada prinsipnya, warga sudah mau melepaskan tanahnya. Hanya saja, saat ini masih dalam proses penilaian tim apraisal karena penilaiannya per bidang.

Menurut dia, lokasi tanah juga mempengaruhi harga. Misalnya, tanah sawah berbeda dengan tanah darat. Terlebih tanah yang ada bangunannya maupun tanamannya.

"Tahun ini pembebasan lahan harus sudah selesai," katanya.

Pimpinan Proyek PT Pejagan-Pemalang Toll Road (PTPR) Mulya Setiawan menargetkan, pengerjaan konstruksi seksi III dan IV harus selesai pada 2017 agar bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran.

Dia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai target. "Saya kira bisa (selesai sesuai target). Kalau tanah sudah dibebaskan, kita langsung kerjakan konstruksinya," pungkasnya.


(SAN)