BCA Siapkan Mesin Khusus untuk Percepat Migrasi Kartu ATM Berchip

Patricia Vicka    •    Kamis, 29 Mar 2018 19:06 WIB
kasus pembobolan danaSkimming
BCA Siapkan Mesin Khusus untuk Percepat Migrasi Kartu ATM Berchip
Ilustrasi ATM (anjungan tunai mandiri) Center. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Yogyakarta: Perbankan di wilayah DIY terus melakukan sejumlah upaya mempercepat pergantian kartu ATM atau debit dari teknologi magnetic stripe menjadi chip. Bank Central Asia (BCA) wilayah DIY menyiapkan mesin khusus untuk mempercepat migrasi kartu.

Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Yogyakarta Saswito menargetkan penambahan jumlah nasabah yang beralih memakai kartu chip. Apalagi, Bank Indonesia mewajibkan seluruh nasabah bank menggunakan kartu ATM atau debit berteknologi chip paling lambat 2021.

"Saat ini 20-30 persen nasabah kami sudah pakai kartu chip. Tahun ini mau kami tambah. tidak ada target khusus jumlah penambahannya. Yang jelas tahun 2021 semua nasabah kami sudah pakai kartu chip," kata Saswito di Yogyakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

Pihaknya akan mendistribusikan alat pergantian kartu otomatis dari teknologi pita magnetik menjadi chip ke seluruh kantor cabang BCA mulai bulan depan. Satu kantor cabang utama (KCU) akan mendapatkan dua alat.

"Kalau Kantor Cabang Pengganti (KCP) mendapatkan satu alat," jelas dia.

Nasabah nantinya bisa mengganti teknologi kartu secara mandiri. Nasabah hanya tinggal menunjukkan KTP dan membawa kartu ATM yang akan diganti ke kantor BCA terdekat.

Upaya percepatan lainnya yang dilakukan adalah dengan menggiatkan imbauan pergantian kartu kepada nasabah melalui sosial media, internet dan saluran komunikasi lainnya. Petugas bank akan menawarkan pergantian kartu kepada nasabah yang sedang bertransaksi.

Upaya percepatan pergantian kartu juga dilakukan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) DI Yogykarta. Dirut BPBD DIY Bambang Setiawan menjelaskan pihaknya sudah memanggil beberapa nasabah untuk mengganti kartu.

Selain itu pihaknya terus menyosialisasikan pergantian kartu secara persuasif. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi nasabah menjadi korban kejahatan skimming, atau penggandaan data kartu.

"Teknologi chip itu lebih aman. Karena data nasabah sulit digandakan," kata dia.

Hingga kini baru 11-15 persen nasabah BPD yang sudah memakai kartu chip. BPD DIY menargetkan setidaknya 50 persen nasabah sudah mengganti kartu dari teknologi pita magnetik menjadi chip di 2018.


(SUR)