Mendag: HET Beras Tutup Celah Permainan Harga Pemodal Besar

Pythag Kurniati    •    Jumat, 25 Aug 2017 13:11 WIB
beras
Mendag: HET Beras Tutup Celah Permainan Harga Pemodal Besar
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kota Solo, Jumat, 25 Agustus 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Kementerian Perdagangan mengatur harga beras lewat mekanisme Harga Eceran Tertinggi (HET). HET beras mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 September 2017.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, penetapan HET beras dinilai telah memenuhi beberapa aspek pertimbangan. “Kita telah mempertimbangkan berbagai aspek yang ada,” ujar Mendag saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 25 Agustus 2017.

Salah satu pertimbangan yakni daya beli masyarakat. Penerapan HET diklaim dapat menjaga daya beli masyarakat. Sebab, salah satu indikator tingkat kemiskinan dapat dilihat dari kemampuan masyarakat membeli beras.

Kemudian penggilingan padi berskala kecil pun, lanjutnya, bisa meningkatkan usaha. “Lalu dengan diterapkannya HET, pemodal-pemodal besar tidak memborong semuanya,” kata dia. Sehingga celah-celah pemodal besar maupun middleman memainkan harga dapat ditutup.

Adapun penerapan HET beras berlaku pada beras jenis medium, premium, dan khusus. HET beras berbeda-beda, disesuaikan dengan zonasi wilayah.

Misalnya, HET beras medium di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan adalah Rp 9.450/kg dan Rp 12.800/kg untuk premium. Di Pulau Sumatera, HET beras medium Rp 9.950/kg dan Rp 13.800/kg untuk premium, dan lain sebagainya.



(SAN)