Yogya Mesti Dorong Sektor Kreatif untuk Dongkrak Ekonomi

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 08 Mar 2017 15:46 WIB
pertumbuhan ekonomi
Yogya Mesti Dorong Sektor Kreatif untuk Dongkrak Ekonomi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Hananto (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Hananto, menyebut, perekonomian DIY mampu bangkit dari keterpurukan sepanjang periode 2006-2013. Tiga tahun terakhir, perekonomian di DIY selalu di atas angka nasional.

"Sejak 2014, perekonomian DIY mulai di atas nasional. Pada 2015, pertumbuhan perekonomian DIY sebesar 4,95 persen, dan pada 2016 kemarin perekonomian DIY tumbuh 5,05 persen," kata Budi di kantornya, Rabu, 8 Maret 2017.  

Menurut Budi, pertumbuhan ekonomi di DIY pada 2016 dipengaruhi oleh kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi. Perbaikan konsumsi rumah tangga pada 2016 terindikasi dari hasil survei konsumen yang menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen dari 126,23 pada 2015 menjadi 129,34 pada 2016. 

Atas tren positif ini, BI DIY berani mematok target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,0-5,4 persen pada 2017. Untuk mencapai itu, Budi menyarankan agar DIY membidik sektor kreatif sebagai pembangunan inklusif (terdistribusi merata).

"Kita mendorong masyarakat melakukan ekonomi kreatif dan merata, misalnya dalam hal seni, budaya, fesyen, kuliner, dan animasi, termasuk wisata yang terus berkembang. Pengembangan aspek-aspek itu akan bisa mendorong perekonomian yang lebih inklusif," ujarnya. 

Budi menjelaskan, kegiatan ekonomi inklusif itu bisa menjadi jalan untuk menumbuhkan perekonomian di DIY.


(SAN)