UMKM Masih Enggan Ikut Amnesti Pajak

Patricia Vicka, Pythag Kurniati    •    Kamis, 09 Mar 2017 16:06 WIB
tax amnesty
UMKM Masih Enggan Ikut Amnesti Pajak
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta Yuli Kristiyono. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Minat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengikuti program amnesti pajak masih minim. Padahal, program pengampunan pajak ini berakhir tiga minggu lagi, yakni 31 Maret 2017. 

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta Yuli Kristiyono menjelaskan dari sekitar 137 ribu UMKM di DIY, baru sekitar 2,9 persen atau 4.000-an yang mengikuti program pengampunan pajak. Jumlah tebusan dari UMKM pun baru mencapai Rp56,31 miliar.

"Dua bulan belakangan memang ada peningkatan UMKM yang ikut tax amnesty. Tapi jumlah yang ikut masih kecil. Lebih banyak yang enggak ikut," ujarnya saat jumpa pers di Sleman, Yogyakarta, Kamis, 9 Maret 2017.

Hingga Kamis, 9 Maret 2017, Yuli menjelaskan, ada 9.038 wajib pajak yang mengikuti amnesti. Meningkat dua kali lipat dibanding akhir September 2016.

"Terdiri dari 3.707 UMKM berbentuk badan usaha dan perorangan. Serta 5.331 non-UMKM baik itu berbentuk badan usaha dan perseorangan," katanya.

Total deklarasi harta yang terlapor adalah Rp23,760 triliun. Sementara tebusan berjumlah Rp 433,51 miliar. 

"Uang tebusan amnesti pajak dari UMKM hanya 12,99 persen dan dari non-UMKM 87,01 persen dari total tebusan," katanya.

Sementara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II mencatat, cuma 13 ribu UMKM yang mengikuti program pengampunan pajak. Padahal, jumlah UMKM di wilayah DJP Jateng II sebanyak 130 ribu.

“Yang memanfaatkan tax amnesty hingga hari ini ada 13 ribu atau 10 persen dari total UMKM,” ungkap Kabid Pelayanan Penyuluhan dan Humas Kanwil DJP Jateng II Nur Handoyo, saat ditemui di Kanwil DJP Jateng II, Jalan MT. Haryono Nomor 5 Manahan Solo, Kamis, 9 Maret 2017.

DJP Jateng II mencatat jumlah total tebusan sejak diberlakukan program amnesti pajak, Rp1,6 triliun. Wajib Pajak (WP) Badan menyumbang 12 persen, sisanya disumbang WP Orang Pribadi.

Jumlah WP dari periode I hingga menjelang akhir periode III yang telah memanfaatkan program ini sebanyak 23.900. Terdiri dari 3.800 WP badan dan sisanya WP Orang Pribadi.

“Kami harapkan masyarakat bisa memanfaatkan program ini lebih awal, sehingga tidak terjadi penumpukan permohonan di akhir periode III,” tutup Nur.


(SAN)