Pembangunan PLTU Tanjung Jati Serap 71% Tenaga Kerja Lokal

Rhobi Shani    •    Kamis, 20 Jul 2017 13:44 WIB
proyek pltu
Pembangunan PLTU Tanjung Jati Serap 71% Tenaga Kerja Lokal
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B unit 5 dan 6 menyebutkan, Sumitomo Corporation wajib menyerap 30 persen tenaga kerja lokal. Pada praktiknya, jumlah tenaga kerja lokal yang terserap mencapai 71 persen.

Site General Manager Sumitomo Coproration Junichi Tanimoto mengatakan, tenaga kerja yang terserap saat ini adalah warga lingkungan terdampak. Mereka warga Desa Tubanan, Balong, Kaliaman, dan Desa Kancilan di Kecamatan Kembang. Selain itu, warga Desa Jeruk Wangi, Kedung Leper, Wedelan, dan Desa Bondo di Kecamatan Bangsri. Ada pula warga Desa Karanggondang di Kecamatan Mlonggo.

"Proses pembangunan saat ini masih dalam tahap konstruksi dasar, yakni pemancangan paku bumi. Sejauh ini, sudah ada 1.348 tenaga kerja lokal dan 22 orang tenaga asing," kata Tanimoto di Jepara, Jawa Tengah, Kamis 20 Juni 2017.

Menurut Tanimoto, pembangunan unit 5 dan 6 PLTU Tanjung Jati direncanakan selama 56 bulan terhitung mulai April 2017. Hingga Mei 2021, pembangunan unit 5 dan 6 di Desa Tubanan diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga puluhan ribu orang. Jumlah tenaga kerja akan menyusut jelang operasional hingga saat pengoperasian instalasi yang dikelola PT Bhumi Jati Power (BJP).

"Pada sesi initial synchronization (uji coba) September 2020, tenaga kerja akan mulai banyak berkurang. Tapi, kami tetap concern agar tenaga kerja lokal tetap bisa 30 persen," ungkat Tanimoto.

Manager Sumitomo Corporation Bambang Wijanarko menambahkan, operasional unit 5 dan 6 berbeda dengan unit 1, 2, 3 dan 4. Pada unit 1, 2, 3, dan 4, setelah selesai pembangunan operasionalnya langsung diserahkan ke PT PLN (Persero). Namun, unit 5 dan 6 operasionalnya tetap dari PT BJP.

"Keseluruhan proses produksi listrik dan operasional di dalam pembangkitan, termasuk batu bara, menjadi tanggungan PT BJP. PT PLN membeli listrik. Setelah 25 tahun, unit 5 dan 6 menjadi aset PT PLN," terang Bambang.

Berdasarkan jadwal proyek konstruksi, PT PLN sudah harus membangun transmisi 500 kV dari pembangkit hingga Ungaran pada April 2019.


(NIN)