Bandara Adisutjipto Tambah Jadwal Penerbangan

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 02 Jun 2017 13:29 WIB
penerbangan
Bandara Adisutjipto Tambah Jadwal Penerbangan
General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Sleman: Otoritas Bandara Adisutjipto Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya menambah jadwal penerbangan. Jadwal penerbangan itu resmi beroperasi pada 15 Juni 2017. 

General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan, jadwal penerbangan akan bergeser menjadi pukul 05.00-24.00 WIB. Semula, aktivitas penerbangan hanya pukul 06.00-21.00 WIB.

"Penambahan jadwal penerbangan ini ada ke Lampung, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Pontianak," ujar Agus di kantor PT Angkasa Pura I Yogyakarta pada Jumat, 2 Juni 2017. 

Agus memastikan kebijakan ini akan berlangsung seterusnya. Tak hanya berlangsung saat musim lebaran saja. 

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik dari Pangkalan Udara Adisutjipto hingga bagian Airnav.  Saat ini, otoritas bandara sudah merekrut 116 orang untuk mendukung penambahan jadwal penerbangan.

"Jadwal penerbangan ini akan kita permanenkan. Tidak mungkin 116 orang yang kita rekrut hanya selesai dalam satu bulan," kata dia. 

Ia mengungkapkan sudah ada sejumlah maskapai penerbangan yang mengajukan jadwal. Di antaranya, AirAsia, Lion Air, Sriwijaya, dan Citilink. Bahkan Lion dikabarkan sudah mengajukan 13 jadwal penerbangan tambahan itu. 

Nantinya, Agus bersama otoritas Bandara Adisutjipto bakal melakukan evaluasi perihal jadwal penerbangan tambahan itu.

"Jam penambahan nanti akan kita evaluasi. Dimanfaatkan atau tidak. Kita berharap dari jam 9 malam ke atas bisa dimanfaatkan," katanya. 

Sebelum ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan otoritas Bandara Adisutjipto menambah jadwal penerbangan pada pukul 21.00 hingga 24.00.

Hal itu disampaikan saat Menteri Budi melakukan kunjungan pada 17 April 2017. Dengan panambahan jadwal penerbangan itu diharapkan tidak menimbulkan kepadatan penumpang di wilayah lain, termasuk Jakarta. 


(SAN)