Baru 11 Persen WNA di Jepara Ikut Amnesti Pajak

Rhobi Shani    •    Minggu, 26 Mar 2017 14:51 WIB
tax amnesty
Baru 11 Persen WNA di Jepara Ikut Amnesti Pajak
Foto ilustrasi. (Ant/Lucky R)

Metrotvnews.com, Jepara: Program pengampunan pajak oleh pemerintah berakhir 31 Maret 2017. Hingga kemarin, Sabtu 25 Maret 2017, warga negara asing (WNA) yang memiliki usaha di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, baru 11 persen yang mengikuti tax amnesty.
 
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara Endaryono menyampaikan, berdasarkan catatannya, sedikitnya 300 WNA memiliki usaha di Bumi Kartini. Usah itu, di luar pekerjaan mereka secara formal di perusahaan milik asing. WNA yang memiliki usaha di Jepara didominasi warga negara Korea Selatan.
 
“Jumlahnya mencapai 18 persen. Sementara WNA dari Prancis dan India sebesar 8 persen,” terang Endaryono, Minggu, 26 Maret 2017.
 
Selain WNA dari negara-negara tersebut, Endaryono menambahkan, WNA asal Taiwan dan Belanda juga memiliki usaha di Kota Ukir. Masing-masing sebesar enam persen. Sementara WNA asal Tiongkok yang memiliki usaha di Kabupaten Jepara hanya lima persen.
 
“Harapan kami bagi WNA yang memiliki usaha di Jepara segera memanfaatkan program ini sebelum berakhir,” kata Endaryono.
 
WNA yang sudah mengikuti program tax amnesty, ditambahkan Endaryono, didominasi warga negera Taiwan. Jumlahnya mencpai 26 persen.

WNA asal Korea Selatan yang sudah mengikuti program pengampunan pajak ini sebanyak 15 persen. Sementara WNA dari Prancis dan Tiongkok, masing-masing sebanyak 12,5 persen.
 
“WNA India yang sudah ikut program sebanyak 8,6 persen, kemudian WNA Belanda lima persen,” beber Endaryono.
 
Setelah program pengampunan pajak berakhir, Endaryono menegaskan, pihaknya akan membentuk tim pengawas orang asing (Tipora). Tim ini dibentuk dari unsur KPP Pratama dan Kantor Imigrasi Jawa Tengah.
 
“Kami siap bertukar informasi dengan pihak-pihak berkait mengenai kewajiban WNA dan penindakan sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing,” pungkas Endaryono.
(SAN)