Pembangunan Bandara Baru Yogya Dua Tahap

Patricia Vicka    •    Senin, 06 Feb 2017 18:54 WIB
bandara
Pembangunan Bandara Baru Yogya Dua Tahap
Dirut AP 1 Danang S Baskoro (ketiga dari kiri) dalam jumpa pers di Resto Kota Kembang Senin 6 Februari 2017. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Bandara baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) diproyeksikan punya landasan pacu 3.600 meter. Negara Timur Tengah diklaim telah tertarik pada bandara yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Direktur Utama Angkasa Pura 1 Danang S Baskoro menjelaskan pembangunan fisik NYIA tahap pertama dimulai setelah Pilkada 2017. Targetnya, rampung pertengahan 2019. Sementara tahap kedua dilanjutkan setelah 2019.

"Target kami tahap satu pembangunan runway, apron (tempat parkir pesawat) dan sebagian terminal selesai Maret 2019," ujar Danang dalam jumpa pers di Kota Yogyakarta, Senin, 6 Februari 2017.

Pada tahap pertama, AP 1 akan membangun landasan pacu sepanjang 3.250 meter dengan lebar 60 meter. Runway ini diklaim lebih panjang dari bandara di Bali dan Surabaya. 

"Apron bandara tahap pertama mampu menampung hingga 28 pesawat berbadan besar dan 14 juta penumpang," jelas Danang.

Untuk membangun mega proyek ini, AP 1 harus merogoh kocek sebesar Rp10 triliun ditahap pertama. "Sebagian besar anggaran dan waktu terlama untuk pembangunan runway," katanya.

Pada tahap kedua, lanjut Danang, panjang landasan pacu akan ditambah jadi 3.600 meter dengan lebar 60 meter. Penambahan ini diklaim memiliki kapasitas 21 juta penumpang.

Dia yakin keberadaan NYIA akan meningkatkan perekonomian Yogyakarta dan sekitarnya dengan cepat. Sebab, Yogyakarta akan dibidik menjadi destinasi wisata utama para pelancong dari luar negeri.

Ia mengaku sudah ada tiga maskapai dari Timur Tengah yang tertarik untuk penerbangan langsung ke Yogyakarta. Di antaranya, dari Emirate, Dubai, dan Qatar.

Saat ini proses pembangunan masuk tahap pemagaran lahan calon bandara sembari menunggu pengosongan lahan dari rumah warga.


(SAN)