Koperasi di Jateng Belum Matang untuk Melantai di Bursa

Pythag Kurniati    •    Kamis, 26 Jul 2018 20:21 WIB
koperasi
Koperasi di Jateng Belum Matang untuk Melantai di Bursa
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema R. Medcom.id/Pythag Kurniati

Sukoharjo: Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mendorong koperasi di Indonesia melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia mencontohkan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa berhasil masuk pasar bursa.

Namun, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan koperasi di Jawa Tengah belum siap memenuhi anjuran Menteri Puspayoga. Sebab, tidak semua koperasi memiliki kemampuan IPO.

"Kalau di Jawa Tengah, masih membutuhkan proses," ungkap Ema.

Undang-undang membuka peluang koperasi untuk menjual saham. Namun, koperasi di Jawa Tengah masih membutuhkan waktu mempelajari dan mempersiapkan anggotanya agar tak merugi.

Menurut dia, bakal ada investasi yang masuk begitu koperasi melantai di bursa. Bisa saja pembelian saham ini datang dari orang luar wilayah Jawa Tengah atau dapat memengaruhi arah koperasi.

Hal tersebut bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Karena itu, kata Ema, koperasi mesti disiapkan matang-matang sebeluh masuk bursa saham.

Selain itu, koperasi di Jawa Tengah terbentur sejumlah kendala jika ingin Initial Public Offering (IPO). Antara lain kelembagaan internal, digitalisasi, hingga pendidikan anggota.

Provinsi Jateng masih berfokus memperkuat internal kelembagaan koperasi. Hal itu dilakukan agar nilai koperasi 'dari, oleh dan untuk anggota' mampu diresapi dengan baik.

Digitalisasi koperasi juga terbentur karena belum seluruh anggota memiliki perangkat penunjang.

"Kita juga fokus dulu untuk pendidikan anggota, manajemen sampai ke tingkat pengawas," terang dia.
 


(SUR)