Harga Beras Sumbang Kenaikan Inflasi di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Selasa, 11 Dec 2018 20:08 WIB
inflasi
Harga Beras Sumbang Kenaikan Inflasi di Yogyakarta
Petugas dari Kemendag sidak bahan pokok ke pasar tradisional di Yogyakarta, Medcom.id - Vicka

Yogyakarta: Harga beras meningkat menjadi penyumbang kenaikan inflasi pada November 2018. Untuk menekan peningkatan inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar bazar yang menjual bahan pokok, termasuk beras.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Fitriani mengatakan inflasi pada November 2018 sebesar 0,46 persen (month to month/mtm). Inflasi itu meningkat pada Oktober 2017 yaitu 0,13 persen (mtm).

"Peningkatan tekanan inflasi beras dipengaruhi oleh turunnya pasokan di tengah masih berlangsungnya musim tanam padi pada periode akhir tahun," ujar Sri melalui keterangan tertulis, Selasa, 11 Desember 2018.

TPID memprediksi tingkat inflasi masih naik menjelang libur panjang di akhir tahun. Selain beras, kenaikan harga telur ayam, daging ayam, dan tarif angkutan udara menyumbang terjadinya inflasi.

Sri mengatakan bazar menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Bazar berlangsung pada 19 hingga 21 Desember 2018. Kegiatan itu digelar di tiga pasar yaitu Beringharjo, Kranggan, dan Demangan.

"Barang yang dijual adalah kebutuhan pokok hasil toko tani seperti beras, telur dan gula,"jelasnya.

Kegiatan lainnya adalah melaksanakan operasi pasar di titik-titik tertentu di daerah pedesaan. Operasi pasar dilakukan oleh BadannUrusan Logistik (BULOG) Divisi Regional (Divre) DIY untuk memperpendek arus distribusi pangan.

"Khusus di Yogyakarta, Bulog DIY akan menggelontorkan sampai dengan 100 ton beras per hari untuk kebutuhan Operasi Pasar," tuturnya.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan inflasi DIY selama 2018 terjaga sesuai dengan target yang telah ditetapkan yaitu 3,5 persen.



(RRN)