Penutupan Jembatan Timbang Disebut Rugikan Dinas PU

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 21 Mar 2017 15:23 WIB
jembatan timbang
Penutupan Jembatan Timbang Disebut Rugikan Dinas PU
Sebuah pagar menutupi jembatan timbang Tamanmartani Kalasan, Sleman, Yogyakarta. (Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jembatan timbang di seluruh Indonesia resmi ditutup sementara sejak 1 Oktober 2016. Hal ini menyusul peralihan pengelolaan dari pemerintah daerah ke Kementerian Perhubungan. 

Di Yogyakarta, ada tiga jembatan timbang yang ditutup. Yakni, jembatan timbang Kalwaru di Kabupaten Kulon Progo; jembatan timbang Kalitirto Berbah, Sleman; dan jembatan timbang Tamanmartani Kalasan. Pintu masuk jembatan timbang ditutup dengan pagar dan sebuah rambu penanda tempat tersebut ditutup aktivitasnya. 

Pantauan Metrotvnews.com di jembatan timbang Tamanmartani Kalasan, jembatan tersebut masih berfungsi baik. Selain jembatan, bangunan penunjang berupa atap dan plafon juga cukup baik. Meskipun, ada sejumlah titik plafon di atas jembatan timbang yang tampak sudah copot. 

Sementara itu, jembatan timbang Kalitirto juga masih baik. Namun, hampir keseluruhan plafon di atas jembatan timbang sudah copot. 

Petugas Kantor Unit Pepalaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Purwanto, mengatakan, seluruh jembatan timbang di Yogyakarta berfungsi dengan baik. Meskipun, jembatan timbang dengan muatan maksimal 80 ton itu tidak difungsikan. 

"Kondisi jembatan baik dalam artian standar ya, untuk menimbang kendaraan dan muatan," ujar Purwanto saat dijumpai di jembatan timbang Tamanmartani pada Selasa, 21 Maret 2017. 

Ia mengatakan, tiga jembatan timbang di Yogyakarta yang dikelola dengan pusat di jembatan timbang Tamanmartani dijaga saban hari secara bergantian oleh petugas Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, ada delapan orang yang berjaga di jembatan timbang dengan pembagian, empat orang berjaga pukul 8.00-20.00 WIB, empat lainnya berjaga dari pukul 20.00-8.00 WIB. "Ada juga petugas yang jaga kantor, jadwalnya sesuai jam kantor," ujarnya. 

Menurutnya, penutupan sementara jembatan timbang secara tak langsung memberikan dampak pada wilayahnya. Penutupan jembatan timbang berdampak tidak terkontrolnya kendaraan bermuatan yang terkadang melebihi kapasitas, seperti bermuatan material semen hingga air mineral.

"Banyak kendaraan lewat melebihi kapasitas. Rugi, kan, karena merusak jalan dan membahayakan pengguna jalan lain juga. Dinas PU (pekerjaan umum) dirugikan," ungkapnya. 

Ia berharap segera ada keputusan terkait memfungsikan lagi jembatan timbang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. "Supaya kendaraan bermuatan berat bisa terkontrol," ujarnya.


(SAN)