AP 1 Klaim Pekerjakan 3.000 Warga Terdampak Bandara

Patricia Vicka    •    Jumat, 03 Feb 2017 18:17 WIB
bandara
AP 1 Klaim Pekerjakan 3.000 Warga Terdampak Bandara
Masterplan New Yogyakarta Internasional Airport. (Metrotvnews.com/dok bpmpt.kulonprogokab.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Angkasa Pura 1 untuk mengikutisertakan dan memberdayakan warga Kulon Progo dalam proses pembangunan dan pascapembangunan New Yogyakarta International Airport.

Sektertaris Komisi C DPRD DIY, Agus Subagyo, mengatakan, pemberdayaan bertujuan agar masyarakat di sekitar bisa merasakan langsung pembangunan bandara.

"Warga jangan hanya direlokasi tapi dilibatkan juga. Jadi ada azas manfaat dengan keberadaan bandara untuk warga sekitar," kata Agus usai rapat kordinasi antara DPRD DIY dengan Angkasa Pura 1 di DPRD DIY, Jumat 3 Februari 2017.

Ia mencontohkan, warga bisa dijadikan pekerja proyek saat proses pembangunan. Sementara saat pembangunan selesai, UMKM sekitar turut digandeng untuk bisa buka usaha di sekitar bandara.

Masyarakat yang berada dilahan terdampak diprioritaskan untuk diberdayakan. (Baca: Ada Sutet di Bandara Baru Yogyakarta)

Kepala Manajemen Proyek Angkasa Pura 1 Widodo mengakui sudah sudah berkomunikasi dengan kepala desa terdampak untuk mendata warga.

"Kami data siapa yang siap bekerja dan keterampilannya apa saja. Mungkin sekitar 2-3 ribu warga akan kami libatkan selama pembangunan," katanya.

Pada tahap awal, pihaknya mengaku sudah melibatkan warga dalam proses pemagaran yang tengah dilakukan di sekitar lokasi bandara. 

Sementara itu, Kepala Desa Glagahsari Agus Parmono mengatakan Angkasa Pura 1 sudah meminta pihaknya mendata warga yang bisa bekerja. 

"Kemarin sempat minta dua warga untuk kerja. Tapi tiba-tiba dibatalkan dengan alasan sudah mendapatkan pekerja," pungkasnya.


(SAN)