Ada 893 Gangguan Keamanan Hulu Migas

Pythag Kurniati    •    Rabu, 16 Nov 2016 14:44 WIB
migas
Ada 893 Gangguan Keamanan Hulu Migas
Pembukaan Security Summit 2016 di Kota Solo Jawa Tengah, Rabu (16/11/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim gangguan keamanan hulu migas tahun 2016 turun. Hal tersebut dikemukakan Wakil SKK Migas, M.I. Zikrullah saat menggelar Security Summit 2016 di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 16 November.

Dia mengungkapkan, hingga Oktober 2016, tercatat 893 kasus gangguan keamanan. Meliputi pencurian peralatan, pencurian minyak, penghentian jalan, penghentian operasi, demonstrasi, perusakan material, dan lainnya.

“Jumlah gangguan turun dibandingkan tahun 2015 yang tercatat sebanyak 1.720 kasus,” papar dia.

Ia menerangkan SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kapolri. Kemudian Mabes Polri mengeluarkam Pedoman Kerja. PK ini selanjutnya ditindaklanjuti dengan sosialisasi serentak di seluruh Polda. Khusus wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa Timur dan Kalimantan Timur menjadi fokus konsentrasi.

“Secara ideal, pengamanan yang paling baik yakni dibantu oleh TNI, Polri dan didukung oleh masyarakat sekitar. Oleh karenanya, pemda memegang andil besar,” kata dia.

Zikrullah juga mengungkapkan teknologi pengamanan terus dikembangkan, salah satunya dengan penggunaan drone sebagai detektor. “Kita sudah terapkan ini di Sumatera karena jaringan pipa cukup panjang,” paparnya.

Menurunnya gangguan keamanan, lanjut dia, menjadi salah satu pengaruh capaian migas nasional. “Angka lifting-nya 820 ribu barel per hari dan kita saat ini bisa mencapai itu,” pungkas dia.


(SAN)