Harga Premium di Karimunjawa Rp10 Ribu/Liter

Rhobi Shani    •    Selasa, 01 Nov 2016 15:20 WIB
harga bbm
Harga Premium di Karimunjawa Rp10 Ribu/Liter
SPBU di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jateng. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Pemerintah menggadang-gadang Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Jawa dan Papua. Tampaknya, program itu belum terwujud di Jawa.

Di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sampai saat ini harga BBM jenis Premium masih Rp10 ribu per liter. Penyebabnya, satu-satunya SPBU rekanan Pertamina di kepulauan Karimunjawa belum beroperasi.

Staf Komunikasi dan Humas PT Pertamina Area IV Muslim Darmawan bilang, SPBU belum bisa beroperasi karena masih proses kalibrasi pompa oleh Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika. 

Baca: Demi Keadilan, Harga BBM di Papua Disamakan

Makanya, SPBU di Karimunjawa belum bisa menggunakan dispenser sebagaimana SPBU pada umumnya. “Sementara ini baru digunakan semacam canting. Rencananya dua pekan ke depan akan sudah ada pemberitahuan,” ujar Muslim, Selasa (1/11/2016).

Soal pasokan, Muslim mengklaim, pihaknya telah mengirim BBM ke Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS) di Karimunjawa. Malah, pertama kali dikirim pada Kamis (20/10/2016).

Kewajiban Pertamina, Muslim menandaskan, hanya menyuplai BBM hingga di APMS Karimunjawa. Untuk distribusi ke pengecer besar maupun kecil, menjadi kewenangan APMS.
 
Djati Utomo, warga Karimunjawa menyampaikan, sampai saat ini SPBU Karimunjawa belum beroperasi. Warga di kepulauan Karimunjawa masih membeli BBM di pengecer-pengecer lama dengan harga Rp10 ribu per liter. 
 
“Katanya menghabiskan stok lama dulu baru SPBU dioperasikan. Ya, harapannya SPBU bisa segera beroperasi biar harga bensin di Karimunjawa sama dengan di darat,” kata Djati melalui sambungan seluler.
 
Hal senada disampaikan Rasyid, Carik Desa Kemujan di Pulau Kemujan Karimunjawa. Harga premium di Kemujan Rp10 ribu per liter. Di Kemujan ada dua pengecer besar yang mengambil BBM dari daratan Jepara. 
 
“Di sini (Kemujan) belinya, ya, ke pengecer besar yang ambil dari Jepara,” kata Rasyid.

 


(SAN)