UMK Boyolali Diusulkan Naik 8,04 Persen

   •    Selasa, 18 Oct 2016 18:35 WIB
upah
UMK Boyolali Diusulkan Naik 8,04 Persen
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Boyolali: Upah minimum kabupaten atau UMK Boyolali, Jawa Tengah pada 2017 naik Rp112.841, atau 8,04 persen, menjadi Rp1.516.500 dari semula Rp1.403.500 per bulan.

Ketetapan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Boyolali itu didasarkan pada formulasi PP 78/2015 tentang Pengupahan. Hitungannya, UMK tahun sebelumnya dikalikan besaran inflasi dan angka pertumbuhan ekonomi.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja, Dinsosnakertran Boyolali, Joko Santoso, merinci dasar pengitungannya.

Baca: Penetuan UMK Jateng Gunakan PP Pengupahan

Asumsi yang digunakan, angka inflasi secara nasional 2016 sebesar 3,07 dan partumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,97. Dari situ, UMK Boyolali 2017 menjadi sebesar RP1.516.314. Kemudian dibulatkan menjadi Rp1.516.500.

Joko mengaku hasil UMK Boyolali 2017 telah dikirim Ke Gubernur Jawa Tengah, hari ini, Selasa (18/10/2016). "Gubernur melalui Dewan Pengupahan Provinsi memiliki kewenangan untuk mengkaji ulang besaran UMK yang diusulkan Pemkab Boyolali," kata Joko, dikutip Antara.

Joko berharap besaran UMK tersebut dapat menguntungkan buruh maupun pengusaha. Terpenting, UMK dapat meningkatkan kesejahteraan buruh agar tidak di cekungan antara Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Gubernur akan menetapkan UMK Kabupaten/Kota 2017 se-Jateng paling lambat 21 November atau 40 hari sebelum UMK diberlakukan," katanya.


(SAN)