Susi Jelaskan Alasan Cantrang Dilarang pada Nelayan Tegal

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 14 Nov 2017 14:56 WIB
nelayan
Susi Jelaskan Alasan Cantrang Dilarang pada Nelayan Tegal
Menteri Susi Pudjiastuti saat kunjungan kerja di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Tegal: Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti mengungkapkan alasannya melarang nelayan memakai alat tangkap cantrang saat kunjungan kerja ke Tegal, Senin, 13 November 2017. Selain karena merusak lingkungan, menurut Susi, cantrang juga tidak sepenuhnya membuat nelayan sejahtera. 

"Saya minta para nelayan di wilayah Pantura Jateng untuk belajar kepada nelayan yang ada di luar jawa seperti di Sumatera dan Sulawesi. Di sana, para nelayannya sudah sejahtera karena sekali melaut dapat ikan yang besar dan mahal," ujarnya.  

Susi menjelaskan, nelayan disana sekali tarik bisa 30 ton, dijual bisa menghasilkan uang beberapa juta.  Bahkan di Sumatera, sekali tarik bisa 100 ton.

Baca: Ratusan Nelayan Tegal Demo Sambut Kedatangan Menteri Susi

Berbeda dengan alat tangkap cantrang. Biasanya hanya mendapatkan ikan jenis mata goyang dan Kuningan. Dia mengaku prihatin dengan kondisi nelayan di Pantura seperti Tegal, Juwana, dan Rembang. Hasil tangkapan ikannya tidak semaju di daerah lain.

"Regulasi yang diterbitkan oleh saya semata-mata untuk kepentingan bersama. Misalnya soal penindakan terhadap kapal asing berdampak pada melimpahnya stok ikan di perairan nusantara," ungkapnya. 

Tiga tahun lalu, kata dia, stok ikan di perairan indonesia hanya 6,5 juta ton. Sekarang bisa sampai 12,5 juta ton. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk pertama kalinya melakukan 7. Susi yang sedianya datang pada siang hari, baru tiba malamnya. 

"Tadi siang cuaca hujan deras, jadi tadi sempat berhenti dulu di Cirebon dan saya bersyukur malam ini bisa hadir di sini," kata Susi.



(ALB)