Banyak Penghayat di Jepara Memeluk Agama yang Diakui Pemerintah

Rhobi Shani    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:15 WIB
kepercayaanpenghayat kepercayaan
Banyak Penghayat di Jepara Memeluk Agama yang Diakui Pemerintah
Amin Ayahudi saat membuka Festival Teater Jepara. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani

Jepara: Keberadaan penghayat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sudah berusia tua. Jumlah penghayat di Bumi Kartini diperkirakan mencapai ribuan jiwa.
 
Namun, ada dua jenis penghayat di Jepara. Penghayat kepercayaan yang tidak memeluk agama yang diakui pemerintah, penghayat yang masih mengakui menjadi umat agama tertentu.

Saat ini, penghayat di Jepara mulai banyak yang meyakini agama tertentu. Budayawan Jepara Amin Ayahudi mengungkapkan, secara umum penghayat di Jepara juga melaksanakan ajaran-ajaran agama yang dianutnya selain menjalankan kegiatan spiritual kepercayaannya.
 
“Yang sudah tidak melaksanakan aktivitas keagamaan jumlahnya sedikit. Meski dia tidak memiliki agama tapi punya spiritual, dia juga punya Tuhan. Kalau orang Jawa menyebutnya kejawen,” ujar Amin, Selasa 14 November 2017.
 
Sudah lama penghayat di Jepara menuntut haknya diatur negara. Salah satunya, hak mengajarkan kepenghayatan dalam pelajaran agama di sekolah. Sampai saat ini pelajaran agama berkait penghayat tidak pernah diajarkan di sekolah.
 
“Selain kurikulum dan perangkat pembelajaran lainnya, gurunya juga tidak ada. Di Jepara tidak seperti di daerah lain yang sudah bisa terbuka dengan penghayat,” ungkap Amin.
 
Menurut Amin, penghayat merupakan aliran di masyarakat sebagai bagian dari budaya yang diajarkan oleh generasi sebelumnya. Aliran ini berkiblat pada budaya Jawa.
 
“Sejauh ini penghayat di Jepara masih bisa berdampingan dengan masyarakat. Pengawasan yang dilakukan pemerintah cukup baik. Fungsi pengawasan ini jangan sampai memunculkan agama baru,” pungkas Amin.
 
(SUR)