Status Penghayat Kepercayaan Belum Bisa Dicantumkan di KTP

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 18 Nov 2017 19:15 WIB
kepercayaan
Status Penghayat Kepercayaan Belum Bisa Dicantumkan di KTP
Warga Penghayat Kepercayaan melakukan ritual ibadah di Pekalongan, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Pekalongan: Pengisian kolom agama di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bagi penghayat kepercayaan masih menunggu instruksi dari Kementerian Dalam Negeri. Hal ini tidak sejalan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa status penghayat kepercayaan dapat dicantumkam dalam KTP-el dan Kartu Keluarga.

"Masih menunggu petunjuk teknis dari menteri terkait format dan pengisian dalam kolom agama di KTP-el," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu, 18 November 2017.

Menurut Asip, jumlah penghayat kepercayaan di Kabupaten Pekalongan mencapai ribuan. Namun, ia tidak dapat merinci jumlah pasti penghayat kepercayaan karena tidak semuanya terdaftar.

"Saya juga sering menghadiri acara yang digelar oleh penghayat kepercayaan," tambahnya.

Selama ini, lanjut Asip, pihaknya tidak pernah mendiskriminasikan penganut kepercayaan. Mereka diberikan hak yang sama untuk mengurus administrasi kependudukan.

"Kami tidak pernah mempersulit para penghayat. Kami menyadari, negara kita itu beragam, termasuk ada agama dan kepercayaan. Jadi, harus saling menghormati," ujarnya.

Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangol Kabupaten Pekalongan Argo Yudho Ismoyo menambahkan, ada sembilan aliran kepercayaan yang terdaftar. Namun, hanya satu yang masih memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

"SKT delapan lainnya sudah tidak berlaku. Kalau tidak diperpanjang, ada dua opsi. Mau diperbarui atau diganti," papar Argo.

Sembilan aliran kepercayaan yang terdaftar, yaitu Tri Tunggal Bayu, Sapta Dharma, Budi Luhur, Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu), Pambuko Jiwo, Paguyuban Kaweruh Jawo Jawoto, Paguyuban Penghayat Kapribaden, Perguruan Ilmu Sejati, dan Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK).

"SKT-nya masih berlaku adalah Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK). Pusatnya ada di Bebel, Kecamatan Wonokerto," jelas Argo.

Asworo Palguno, penganut penghayat kepercayaan Kaweruh Jawo Jawoto, mengaku selama ini tidak pernah kesulitan mengurus administrasi kependudukan. "Saya juga tidak kesulitan mengurus di perbankan ataupun memakamkan keluarga yang meninggal. Tetangga sudah mengerti keberadaan kami," pungkasnya.


(NIN)