Dituding Terima Bancakan, Ganjar Sebut Nazar tak Konsisten

Mustholih    •    Rabu, 22 Nov 2017 15:55 WIB
korupsi e-ktp
Dituding Terima Bancakan, Ganjar Sebut Nazar tak Konsisten
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Antara/Ismar Patrizki

Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah tuduhan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang menyebutnya menerima USD500 ribu dari proyek KTP elektronik (KTP-el). Ganjar pun menyebut Nazar tidak pernah konsisten.

"Kenapa harus takut kalau tidak salah? Kenapa harus khawatir dengar omongan inkonsisten? Coba cek satu persatu, dari 2013 sampai jadi saksi kemarin apa ada satu saja yang konsisten?" kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 22 November 2017.

Menurut Ganjar, kesaksian Nazar dalam sidang kasus KTP elektronik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi selalu berubah-ubah. Suatu kali, Nazar pernah menuduh Ganjar menerima uang pembagian proyek dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Di kesaksian lain, Nazar mengungkap bahwa Ganjar menerima dana KTP elektronik dari anggota DPR Mustokoweni. “Nominalnya juga beda-beda, yang bener yang mana? Bu Mustokoweni ternyata sudah meninggal pas dikatakan bagi-bagi uang itu. Buka juga BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Miryam yang bocor kemarin?” terang Ganjar.

Ganjar mengungkapkan bahwa BAP Miryam (mantan Anggota DPR dari Partai Hanura) sebenarnya sudah membuka alur bagi-bagi duit KTP elektronik. Sehingga, Ganjar menilai tuduhan Nazar tidak perlu dikomentari lebih lanjut.

"Lebih baik buka dan pelajari sendiri BAP itu. Kalau saya nanti dikira membela diri. Bagi saya ya dinengke wae (didiamkan saja), rekayasanya sudah kebangetan,” ujar Ganjar.

Saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Nazar kembali berkicau tentang pihak-pihak yang diduga kecipratan dana KTP elektronik. Nazar mengaku pernah melihat penyerahan uang USD500 ribu kepada Ganjar saat masih menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR.


(SUR)