DPRD Tegal Segera Sahkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 19 Dec 2017 09:12 WIB
aidshiv
DPRD Tegal Segera Sahkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bahrun -- medcom.id/Kuntoro Tayubi

Tegal: DPRD Kabupaten Tegal segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS menjadi peraturan daerah (perda). Setelah disahkan jadi perda, diharapkan jumlah penderita HIV/AIDS di Tegal berkurang.

"Saat ini, Raperda sedang dievaluasi di Biro Hukum Pemerintah PRovinsi Jawa Tengah," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bahrun, Selasa, 19 Desember 2017.

Bahrun mengatakan raperda inisiatif tersebut telah melalui kajian naskah akademik dengan menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Selain itu, telah dilakukan public hearing dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

Raperda yang terdiri dari 14 bab dan 40 pasal itu dievaluasi Biro Hukum Pemprov Jateng agar tidak berbenturan dengan aturan di atasnya. "Jika prosedur telah dilalui, maka tinggal disahkan menjadi perda," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut Bahrun, raperda itu diharapkan bisa mendorong pegiat HIV/AIDS bisa mendeteksi para penderita. Diperkirakan saat ini ada 47.514 penderita HIV/AIDS di Jateng.

Sedangkan, di Kabupaten Tegal diperkirakan ada 1.132 penderita JIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, baru terdeteksi 831 orang dengan rincian 412 penderita HIV 419 mengidap AIDS.

"Semoga hanya segitu saja (yang menderita HIV/AIDS). Kita harus bisa mencegah dan menanggulanginya," harap Bahrun.

Raperda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, lanjut Bahrun, secara garis besar mengatur tentang pencegahan penularan HIV, pencegahan penularan HIV/AIDS pada calon pengantin, pencegahan penularan di tempat kerja, promosi, deteksi dini, penanggulangan, pengobatan dan rehabilitasi, perawatan dan dukungan, serta penanggulangan penyebaran HIV/AIDS dari ibu ke anaknya.

"Raperda juga mendorong adanya fasilitas pelayanan kesehatan, SDM (sumber daya manusia), ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan, serta pendanaan," jelasnya.

Perda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS selayaknya dimaksimalkan untuk mendeteksi dini para penderita HIV/AIDS. Selain itu, juga untuk menghentikan penularan HIV/AIDS, sehingga jumlah penderita penyakit mematikan itu tidak terus bertambah.


(NIN)