Bayi Kembar Siam Fahira-Sahira Membaik

Farida Noris    •    Kamis, 23 Nov 2017 17:24 WIB
kembar siam
Bayi Kembar Siam Fahira-Sahira Membaik
Bayi Sahira-Fahira bermain bersama sang Ibunya di RSUP H Adam Malik Medan

Medan: Fahira-Sahira asyik bermain dengan mainannya di ruangan VIP B Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan. Kedua bayi perempuan itu tampak sehat berguling-guling di atas ranjang yang ditemani ibunda Agustina boru Samosir.

"Sebelum dilakukan operasi pemisahan, kami sudah mengikhlaskan apa pun hasilnya. Tapi, Allah mendengar doa umatnya yang telah memberi kesempatan hidup kepada buah hati kami," ucap Agustina, Kamis 23 November 2017.

Kondisi bayi Sahira-Fahira terus membaik pasca menjalani operasi pemisahan pada Senin 16 November 2017 lalu. Operasi yang melibatkan 50 tim medis itu berhasil. Kedua bayi ini lantas dipindahkan ke ruang VIP B dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

"Bayi kami sudah satu malam di VIP B setelah dipindahkan dari ruang PICU. Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih banyak kepada manajemen dan tim dokter rumah sakit yang menangani Fahira-Sahira dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Setelah dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit nantinya, Agustina dan sang suami Kadarusman Margolang, 43, beserta Sahira-Fahira akan tinggal sementara waktu di kawasan Marindal. Ini guna memudahkan Sahira-Fahira menjalani rawat jalan di RSUP H Adam Malik Medan.

"Selama berobat rawat jalan nantinya, kami berencana tinggal di rumah keluarga adik suami daerah Marindal. Karena Sahira dan Fahira harus mendapat pantauan oleh medis," urainya.

Sementara, Sekretaris Tim Dokter, Rizky Adriansyah menjelaskan hasil rapat tim dokter bayi kembar ini belum diizinkan pulang dari rumah sakit untuk pengawasan tingkat kemandirian orang tua dalam perawatan selama satu minggu kedepan.

"Bayi dipindahkan dari PICU ke ruang VIP B pada Rabu 22 November. Setelah itu berobat jalan. Fahira-Sahira saat ini sangat ceria sekali, tak ada sakit lagi," kata Rizky.

Rizky menyebutkan selama dirawat di PICU, kedua orang tua Sahira-Fahira kurang kontak dengan si kembar. Karena itulah, tim medis memberikan kesempatan luas buat kedua orang tua bersama bayinya. 

"Jadi baru beberapa hari ini kita berikan kesempatan luas buat ibu bersama bayinya. Kita harus pantau tingkat kemandirian ibu dalam merawat bayi. Sahira masih memerlukan perawatan jantung yang ketat. Setelah berobat jalan, nantinya Sahira-Fahira juga masih harus kontrol setiap tiga hari," tuturnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam dempet dada dan perut Fahira-Sahira dilaksanakan di RSUP H Adam Malik Medan pada Senin 16 Oktober 2017. Operasi dilaksanakan pukul 08.30 WIB. Fahira selesai dioperasi pukul 17.10 WIB dan dipindahkan ke ruang PICU. 

Sedangkan Sahira lebih lama hingga pukul 18.45 WIB, sebab tim dokter juga melakukan operasi jantung untuk menutup kebocoran jantung. Usai operasi, Sahira juga dibawa ke ruang PICU. Operasi pemisahan yang melibatkan sedikitnya 50 orang tim medis ini pun berjalan sukses.



(ALB)