Libur Natal, Kendaraan Melintas di Solo Diprediksi Naik 100%

Pythag Kurniati    •    Jumat, 22 Dec 2017 11:54 WIB
natal dan tahun baru
Libur Natal, Kendaraan Melintas di Solo Diprediksi Naik 100%
Petugas Dinas Perhubungan memantau lalu lintas solo melalui central control room.

Solo: Jumlah kendaraan melintas di Kota Solo, Jawa Tengah diprediksi naik pada saat libur Natal dan tahun baru. Kenaikan diperkirakan mencapai 100%.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno menuturkan, jumlah kendaraan melintas di Solo pada hari normal mencapai 4 ribu hingga 5 ribu unit per jam. "Sedangkan pada saat libur nanti diperkirakan sampai 8 ribu unit perjam," urai Hari, Jumat, 22 Desember 2017.

Pemerintah Kota Surakarta pun memetakan wilayah rawan kemacetan saat libur panjang. Lokasi tersebut antara lain Manahan, kawasan Purwosari, Coyudan.

Pemkot juga mewaspadai kawasan pusat bisnis dan komersial (Central Business District) sebagai salah satu simpul kemacetan. "Karena biasanya wisatawan akan tumplek blek disitu," beber Hari.

Guna mengantisipasi kemacetan, Dishub melakukan sejumlah langkah seperti memasang barikade dan water barrier di sejumlah ruas jalan seperti di Slamet Riyadi, A. Yani serta Jalan Adi Sucipto. Barikade dan watter barrier akan dipergunakan hingga libur tahun baru.

"Ini merupakan upaya rekayasa lalu lintas untuk menghilangkan crossing yang bisa berimbas pada kemacetan," ujar dia.

Kemudian, lanjut Hari, transportasi kendaraan berat akan diatur menjelang Natal dan tahun baru. Larangan melintas bagi kendaraan berat diberlakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan saat libur panjang.

Kendaraan berat selain pengangkut bahan pangan dilarang melintas pada tanggal 22 Desember hingga 23 Desember 2017 (menjelang Natal) dan 29 Desember hingga 30 Desember 2017 (menjelang tahun baru).

Hari menuturkan, tak kurang dari 100 orang personel Dishub diterjunkan pada saat libur panjang Natal dan tahun baru 2018. Selain bertugas di kawasan-kawasan rawan, mereka juga ditempatkan di central control room Kantor Dinas Perhubungan.

"Saat libur, jam pemantauan di Central Control Room kita tingkatkan sampai malam," katanya.

Dari tempat tersebut, petugas dapat melakukan pemantauan lalu lintas di penjuru Kota Solo. Sekaligus melakukan intervensi jika terjadi kemacetan lalu lintas. Misalnya pada simpang dengan antrean kendaraan padat, petugas mengintervensi dengan membuat lampu menyala hijau atau mempercepat lampu merah.



(ALB)