Kecelakaan Flyover Kretek karena Pengendara 'Bandel'

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 22 May 2018 15:55 WIB
kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan Flyover Kretek karena Pengendara 'Bandel'
Flyover Kretek, Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Brebes: Rata-rata kecelakaan terjadi di jalan layang (flyover) Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dimulai adanya pelanggaran berlalu lintas. Pengemudi kerap menyalip atau mendahului kendaraaan lain saat di jalur flyover.

"Karena menyalip jadi tancap gas, tapi itu turunan, sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraan karena laju kendaraan yang kencang," kata Sugiarto, saat dihubungi, Selasa, 22 Mei 2018.

Kepolisian dan lembaga terkait tengah mencari solusi menekan angka kecelakaan di Flyover Kretek. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah mengkaji kecelakaan yang kerap terjadi dan tengah menyusun rekomendasi.

Kepolisian sudah melakukan tindakan dan imbauan untuk mengubah perilaku pengendara. Misalnya dengan memasang spanduk dan papan digital sebelum flyover.

Personel kepolisian juga ditempatkan di flyover dengan harapan pengguna jalan tidak melanggar lalu lintas. Warga pun diharapkan tidak membandel dan melanggar aturan.

"Kami mengimbau para pengendara yang melintasi flyover Kretek selalu mengutamakan faktor keselamatan. Apalagi saat turun hujan yang mana kondisi jalan menjadi basah dan licin," ujarnya.

Sambil menunggu rekomendasi dari KNKT, pihaknya telah memasang traffic cone disambungkan tali di tengah- tengah jalur flyover. Pembatas sementara ini diharapkan dapat memisahkan lajur kanan dan kiri.

"Sebenarnya markanya sudah jelas, itu lurus yang artinya tidak boleh menyalip," pungkasnya.

Ratusan warga sekitar sebelumnya pernah melakukan unjuk rasa meminta flyover (FO) Kretek ditutup. Lantaran sering terjadi kecelakaan semenjak dibukanya jalur tersebut untuk lalulintas kendaraan umum.

"Setelah dioperasionalkan pada akhir Agustus 2017 lalu, sudah ada 15 kecelakaan terjadi di flyover ini. Tiga korban di antaranya meninggal dunia di lokasi dan lainnya luka- luka," kata warga setempat, Rochmat.

Selain menuntut FO ditutup, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) diminta secepatnya mengkaji ulang pembangunan flyover. Mereka juga memaksa pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan kamera pengintai atau CCTV.

Beberapa kali masyarakat sekitar menaburkan beras di flyover setelah terjadi kecelakaan, yang dipercaya bisa menolak bala. Warga juga memasang spanduk kepedulian kepada pengendara yang melewati flyover.

Spanduk berisi imbauan agar hati-hati karena sudah banyak yang menjadi korban.


 


(SUR)