Gaji Guru Honorer Jepara Naik Setelah Masuk APBD

Rhobi Shani    •    Rabu, 19 Sep 2018 13:56 WIB
gurutenaga honorer
Gaji Guru Honorer Jepara Naik Setelah Masuk APBD
Ilustrasi: Demo guru honorer tuntut diangkat jadi PNS di Kudus, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Gaji guru honorer di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami peningkatan setelah dibayar dengan  anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Gaji guru honorer naik dari di bawah Rp300 ribu menjadi lebih dari Rp700 ribu tiap bulan.

Guru honorer di SD Negeri Banjaran 2 Bangsri, Ichwan Cahyanto menyebut gajinya menjadi Rp744 ribu per bulan sejak 2018. Tahun-tahun sebelumnya, gaji yang diterima setiap bulan kurang dari Rp500 ribu.

"Saya mulai mengajar tahun 2004 sampai sekarang. Awal-awal gajinya hanya Rp150 ribu, terus beberapa tahun naik menjadi Rp200 ribu, kemudian naik lagi menjadi Rp300 ribu," ujar Ichwan, Rabu, 19 September 2018.

Gaji dari APBD dia terima tidak pada bulan yang sama, tapi pada pertengahan bulan berikutnya. Gaji untuk bulan Agustus baru Ichwan terima pada bulan September pekan ini.

"Biasanya sampai mepet akhir bulan," kata guru honorer non kategori dua (K2) berusia 39 tahun itu.

Ichwan tak lagi bisa mengikuti tes dalam tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Dia terbentur usia yang sudah melebihi batas maksimal peserta CPNS, yaitu 35 tahun.

"Lewat jalur khusus honorer juga tidak bisa, karena saya bukan honorer K2 (ketegori dua). Tapi panggilan jiwa mendidik anak-anak, saya akan tetap mengajar," ungkap Ichwan.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono menyampaikan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencatat ada 3.000 lebih guru honorer di Bumi Kartini. Dari jumlah tersebut, baru 1.687 guru honorer yang digaji pemerintah dengan APBD. Sekitar 1.500 lebih guru honorer digaji dari anggaran bantuan operasional sekolah (BOS).

"APBD tidak cukup kalau untuk menggaji semua guru honorer, itu sebabnya ada yang dari APBD dan BOS," terang Agus.

Guru honorer yang digaji dengan APBD sebagian besar merupakan guru sekolah dasar (SD). Setiap bulan, guru honorer menerima gaji sebesar Rp744 ribu. Pemerintah Kabupaten Jeparamenyiapkan anggaran sebesar Rp11,6 miliar untuk membayar gaji guru honorer.

Dia juga angkat bicara soal guru honorer yang sudah lama mengabdi namun tak dapat mengikuti tes CPNS. Baik jalur umum maupun khusus.

Pemerintah mewacanakan pengangkatan tenaga guru non PNS. Yaitu, Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (P3K).

"Ini baru selentingan. Masih kami diskusikan dengan Pak Bupati dan BKD. Sebenarnya kami juga kasihan kepada mereka yang sudah lama mengabdi tapi sudah tidak punya kesempatan," pungkas Agus. 


(SUR)