Pemeriksaan Sri Sultan Menunggu Jadwal

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:17 WIB
hoax
Pemeriksaan Sri Sultan Menunggu Jadwal
Sri Sultan Hemengku Buwono X didampingi Kepala Polda Yogyakarta, Brigjen Ahmad Dofiri saat melaporkan situs Metronews.tk. Kamis (20/4/2017) (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polda Yogyakarta hingga kini masih memproses laporan Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, terhadap situs Metronews.tk. Gubernur Yogyakarta itu tak suka namanya dicatut, apalagi dalam sebuah tulisan yang mengandung Sara pada Rabu, 19 April 2017. 

Polda Yogyakarta, masih mendalami laporan yang diduga juga mengandung unsur pencemaran nama baik itu. "Identifikasi laporan masih dilakukan Ditreskrimsus Polda," kata Kepala Humas  Polda DIY AKBP Yulianto kepada Metrotvnews.com, Jumat, 21 April 2017.

Ia menjelaskan, pihaknya sedang menjadwalkan pemeriksaan Sri Sultan. Statusnya saksi. "Pengambilan keterangan (Sultan) masih kita jadwalkan," kata dia. 

Yulianto menambahkan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Mabes Polri. Jika nanti Mabes Polri terlibat, itu sifatnya membantu. 

Sebelumnya, beredar sebuah gambar dari situs Metronews.tk di sosial media. Situs tersebut mencatut nama Sri Sultan perihal masalah etnis tertentu. 

Sejumlah pihak lalu menghubungi redaksi Metrotvnews.com mempertanyakan kebenaran kabar yang disebar melalui Metronews.tk. Mereka juga mempertanyakan keterkatian Metrotvnews.com dengan Metronews.tk.

"Kami menegaskan tidak ada kaitan antara Metro TV dan Metrotvnews.com dengan situs Metronews.tk. Redaksi kami bekerja profesional dan membuat berita melalui proses verifikasi ketat, serta tidak memproduksi konten berbau SARA. Kami juga mengusung nilai-nilai ke-Indonesiaan yang sesuai dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika," ujar Wakil Pemimpin Redaksi Metrotvnews.com Nurfajri Budi Nugroho. 

Metrotvnews.com adalah salah satu dari beberapa media siber yang dimiliki Media Grup, selain Mediaindonesia.com dan Lampost.co.

Metrotvnews.com juga merupakan salah satu media yang telah diverifikasi oleh Dewan Pers. "Kami juga merupakan anggota pendiri Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), yang memiliki semangat untuk memberantas penyebaran berita-berita palsu dan informasi yang memecah belah kerukunan bangsa," katanya.


(ALB)