Pertamina Pasok Air Bersih di Cilacap

Media Indonesia    •    Selasa, 19 Sep 2017 07:15 WIB
kekeringan
Pertamina Pasok Air Bersih di Cilacap
Ilustrasi kekeringan - Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Cilacap: Kekeringan yang terus meluas di Jawa Tengah membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten dan kota terus bekerja keras. Sejumlah lembaga mulai ambil bagian memberikan bantuan. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy menyatakan bantuan air bersih juga digelontorkan PMI, RAPI, PT Pertamina, dan PT PLN.

"Selain dari Pemkab Cilacap, bantuan dari lembaga-lembaga itu sangat membantu warga yang mengalami krisis air bersih," kata Tri, dikutip dari Media Indonesia, Selasa 19 September 2017. 

Di daerah ini, sudah ada 27 desa di 10 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Daerah yang paling parah ialah Kecamatan Patimuan. Kekeringan melanda tujuh desa. 

Bantuan air bersih dari kalangan swasta juga masuk ke delapan kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang terkena dampak kekeringan. Di daerah itu, status siaga darurat kekeringan ditetapkan untuk 122 pedukuhan.

"Bantuan air bersih dari swasta mencapai 800 tangki. Saat ini stok air bersih banyak dan cukup untuk kebutuhan hingga November," ujar Wakil Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi.

Pemkab Boyolali juga memastikan semua warga yang kekurangan air bersih bisa mendapat pertolongan. Untuk itu, enam camat yang wilayahnya mengalami kekeringan diminta terus memantau lokasi.

"Kami juga terus melakukan patroli ke daerah yang menderita krisis air bersih sehingga bantuan air bersih bisa segera didistribusikan," kata Kepala BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo.

Pada September ini, pihaknya sudah mengirim 80 tangki air bersih ke puluhan desa. "Kami juga menggandeng TNI/Polri dan sejumlah organisasi relawan untuk membantu penyaluran air bersih," tambah doa. 

Kekeringan di Kabupaten Pekalongan juga terus meluas. Sampai kemarin, 27 desa terkena dampak dan warga mengalami krisis air bersih.

Kekeringan juga membuat ratusan hektare sawah terancam gagal panen. "Saluran irigasi mengering karena debit air di sungai juga menyusut drastis. Kami menggunakan pompa air untuk menyedot air yang tersisa di sungai," ungkap salah satu petani, Ahmad, 52. 

Kekeringan yang terus meluas juga dilaporkan terjadi di Sukabumi dan Subang, Jawa Barat, serta Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selain sulit mendapat air bersih, petani dibayang-bayangi kerugian besar karena sawah mereka terancam puso.

Di Kuningan, Jawa Barat, BPBD mewaspadai kebakaran hutan setelah delapan kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan.
"Belum ada laporan wilayah yang mengalami krisis air bersih. Namun, kami bersiap mengatasi krisis air bersih juga kebakaran hutan, yang kerap terjadi di kawasan hutan Gunung Ciremai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin.
 


(REN)