Syawalan Bersama Sultan Dipercaya Membuat Panjang Umur

Patricia Vicka    •    Kamis, 20 Jul 2017 16:41 WIB
yogyakarta
Syawalan Bersama Sultan Dipercaya Membuat Panjang Umur
Syawalan abdi dalem bersama Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan abdi dalem Keraton Yogyakarta memadati Bangsal Kepatihan Yogyakarta. Mereka mengikuti syawalan bersama Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Para pria datang dengan memakai baju lurik dipadu kain batik khas Yogyakarta serta blangkon sebagai penutup kepala. Sementara, yang wanita memakai kebaya peranakan khas abdi dalem dipadu kain batik dengan rambut digulung tengkuk.

Acara dipandu menggunakan bahasa Jawa halus. Alunan gamelan mengalun selama acara. Tari-tarian serta tembang Jawa pun ditampilkan sebagai penghibur.

"Kalau kita mempererat persaudaraan dan silaturahmi, dipercaya memperpanjang umur dan memperbanyak rejeki," kata Wedono Dwijo Kasimanto, 70, seorang abdi dalem, Kamis 20 Juli 2017.

Pensiunan guru di salah satu SMK di Yogyakarta ini mengaku senang mengikuti Syawalan. Wedono sudah empat tahun menjadi abdi dalem keraton Yogyakarta dan selalu rutin mengikuti acara Syawalan setiap tahunnya.

Ia percaya, mengikuti Syawalan bersama Raja Yogyakarta dan sesama abdi dalem dapat memperpanjang usia. Sebab, Syawalan adalah waktu untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.

Menurut Wedono, ia tak pernah digaji selama menjadi abdi dalem. Namun, pekerjaan sebagai Abdi dalem memang bukan untuk mencari nafkah, melainkan pengabdian kepada Kerajaan Yogyakarta.

"Saya tidak masalah tidak disangoni. Bisa menjadi bagian dari Keraton saja sudah bangga," katanya.

Sehari-hari, Wedono menyambung hidup dari uang pensiunan dan usaha indekos miliknya.

Kebahagian juga dirasakan Dwijo Sukirahayu. Wanita 87 tahun ini sudah 10 tahun menjadi abdi dalem dan selalu rutin mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Keraton.

Dwijo mengatakan, dirinya bahagia karena dapat melihat lebih dekat dan mengenal Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ia sangat mengagumi pribadi Sri Sultan yang dinilainya merakyat, berkharisma, dan bijaksana.

"Kalau di dekat Ngarso Dalem (Sri Sultan), rasanya damai dan tentram hati ini," tutur wanita yang tinggal di Wirobrajan.

Pilihan menjadi abdi dalem dilakoni Dwijo untuk mengisi waktu luang di masa tuanya. Ia merasa lebih bergairah hidup dan berguna usai bekerja sebagai abdi dalem.


(NIN)