Guru Beri Uang agar Siswi tak Laporkan TIndakan Asusila

Pythag Kurniati    •    Jumat, 11 Aug 2017 17:02 WIB
asusila
Guru Beri Uang agar Siswi tak Laporkan TIndakan Asusila
Ilustrasi pelecehan, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Karanganyar: Seorang guru dilaporkan ke Polres Karanganyar, Jawa Tengah. Ia dituduh melakukan tindakan asusila pada empat siswanya.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan guru berinisial AS, wali kelas 3 SD di Karanganyar. Orang tua korban melaporkan AS ke polisi kemarin.

"Tindakan dilakukan saat jam pelajaran," kata Ade Safri di Mapolres Karanganyar, Jumat 11 Agustus 2017.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Safri mengatakan AS memanggil empat siswinya secara bergiliran. AS meminta mereka membantu mengoreksi hasil ujian.

AS memangku korban. Kemudian tindakan tersebut pun terjadi.

"Tindakan itu dilakukan sejak Juli 2017 hingga 9 Agustus 2017," ujar Safri.

AS juga mengiming-imingi korban dengan mengizinkan mereka meminjam telepon genggam miliknya. Ia juga memberikan uang Rp2.000 usai melakukan tindakan itu.

AS mengancam korban-korbannya untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun para siswa mengadukan hal tersebut ke orang tua masing-masing.

Orang tua kemudian melapor ke Mapolres Karanganyar. Kamis malam 10 Agustus 2017, penyidik membekuk AS. Polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti telepon genggam dan seragam sekolah.

Polisi mengantongi hasil visum dari keempat siswi. Hasil visum menyebutkan terjadi tindakan asusila.

"Kami imbau pada orang tua siswa atau siswa untuk berani melaporkan pada kami, kami akan lindungi,” kata dia

Atas perbuatannya, AS diancam dengan Pasal 82 ayat 2 Undang-Uandang Nomor  35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

“Ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara ditambah 1/3 dari hukuman pokok karena melibatkan pendidik atau tenaga pendidik dalam kasus ini,” pungkas dia.


(RRN)