Demi Keseimbangan Alam, Memeden Gadhu Dihidupkan

Rhobi Shani    •    Senin, 15 Aug 2016 09:33 WIB
tradisi
Demi Keseimbangan Alam, Memeden Gadhu Dihidupkan
Tarian memeden gadhu saat Festival Memeden Gadhu di Desa Kepuk, Bangsri, Jepara, Jateng. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Mayoritas masyarakat Desa Kepuk, Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berprofesi petani. Di tengah modernisasi sistem pertanian, masyarakat setempat menjaga keseimbangan alam dengan menghidupkan kembali hantu sawah. Oleh masyarakat setempat disebut Memeden Gadhu. 

Memeden gadhu adalah pengusir hama burung pipit paling jitu. Namun, belakangan burung pipit yang sering dianggap sebagai musuh petani jelang masa penen, diburu dengan cara dijaring. Tak pelak, perilaku itu secara tidak langsung akan mengancam keberlangsungan hidup burung pipit. 

“Dengan memeden gadhu atau orang-orangan sawah ini, burung-burung tidak perlu diburu, tapi cukup diusir saja. Sehingga keseimbangan ekosistem terjaga. Ini salah satu alasan kami menggelar acara Festival Memeden Gadhu,” ujar Waluyo, Senin (15/8/2016). 

Festival Memeden Gadhu rutin digelar setiap Jumat Wage bulan Apit penanggalan Jawa. Perhelatan ini dimulai Jumat 12 Agustus dan berakhir hari ini, Senin 15 Agustus 2016. 

Alat-alat pertanian tradisional, seperti garu, lumpang, dan gilingan padi dipamerkan pada Festival Memeden Gadhu kali ini. Selain itu, warga juga melakukan tradisi arak-arakan hantu sawah keliling desa. 

“Di depan rumah-rumah warga juga diberi hantu sawah yang terbuat dari jerami. Tujuannya agar masyarakat tahu dan selalu ingat bahwa, peran memeden gadhu dalam menjaga produktivitas hasil panen sangat penting,” kata Waluyo. 

Sebagai puncak acara, warga berkumpul di makam sesepuh desa, Mbah Bolem. Usai memanjatkan doa, warga makan bersama di kompleks makam. Rangkaian kegiatan ini, bagian dari rasa syukur petani atas hasil bumi. 

“Ini bentuk syukur masyarakat petani atas hasil bumi yang sudah didapat selama setahun. Tentunya dengan harapan di musim yang akan datang dapat kembali panen melimpah,” pungkas Waluyo. 


(SAN)