Logistik Darurat Bencana di Cilacap Menipis

   •    Senin, 17 Oct 2016 15:03 WIB
banjir
Logistik Darurat Bencana di Cilacap Menipis
Foto ilustrasi. Pelajar sekolah dasar di Kecamatan Sidareja, Cilacap menerobos banjir. (Ant/Idhad Zakaria)

Metrotvnews.com, Cilacap: Keperluan logistik darurat bencana di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terus bertambah seiring banyaknya lokasi bencana dan pengungsi dalam dua bulan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap pun mengajukan tambahan bantuan logistik ke BPBD Provinsi.

"Dukungan tambahan bantuan kami ajukan karena persediaan logistik sudah menipis dan diperkirakan hanya sampai akhir bulan Oktober," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy, dikutip Antara, di Cilacap, Senin (17/10/2016).

Dia mengaku jumlah pengungsi dan lokasi bencana di wilayahnya meningkat. Dia mencontohkan lokasi pengungsian saat terjadi banjir di Kecamatan Sidareja awal Oktober mencapai enam titik. Angka itu naik dua titik dibanding jumlah pengungsian pada September, empat titik.

"Kebutuhan logistik yang mendesak dan harus segera dipenuhi, antara lain, makanan, tikar, dan selimut. Sementara itu, kebutuhan dasar yang persediaannya mulai menipis, di antaranya family kit, family ware, dan paket sandang," katanya.

Logistik yang saat ini dibutuhkan untuk keperluan darurat pengungsian, kata dia, berupa 100 kardus mi instan dan air mineral sekitar 300 kardus. Kebutuhan tersebut sebagai persediaan logistik guna antisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan longsor pada puncak musim hujan.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap, puncak musim hujan di wilayah selatan-timur Cilacap berlangsung pada November. Sedang Cilacap tengah pada Desember, dan wilayah barat-utara pada Januari.

Curah hujan pada puncak musim hujan diprakirakan di atas normal karena masih dipengaruhi fenomena La Nina.


(SAN)