Kebut Bandara Kulon Progo, Dirut AP 1 Temui Sultan

Patricia Vicka    •    Kamis, 10 Nov 2016 16:34 WIB
bandara
Kebut Bandara Kulon Progo, Dirut AP 1 Temui Sultan
Maket New International Yogyakarta Airport. (Metrotvnews.com/bpmpt.kulonprogokab.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PT Angkasa Pura I (AP I) terus mengejar target pembangunan New Yogyakarta International Airport. AP I ingin semua penghambat pembangunan segera diatasi.

Berbagai strategi dijalankan secara paralel. Sementara jajaran AP I berkonsultasi dengan warga soal Amdal di Kulon Progo, orang nomor satu di perusahaan pengelola bandara itu juga menemui Gubernur DIY.

Pertemuan Direktur Utama AP I Danang S Baskoro dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwo X berlangsung di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis 10 November.

Kedatangan Baskoro untuk membahas langkah-langkah percepatan pembangunan bandara. "Kami datang mau berkonsultasi pada Gubenur kendala apa yang masih ada, solusi mengatasinya seperti apa dan bagaimana bisa mempercepat pembangunan bandara," ujarnya usai menemui Sri Sultan. 

Baca: Studi Amdal Bandara Kulon Progo Minim Masukan Publik

Hingga kini, pembangunan bandara baru di Kulon Progo itu belum juga dimulai. Padahal, tender untuk kontraktor pelaksana pembangunan telah dilakukan.

Proses pemberian uang ganti rugi lahan menjadi salah satu penyebabnya. Baskoro menargetkan uang ganti rugi selesai akhir bulan ini.

Usai tahapan ganti rugi, AP 1 akan mengebut pembangunan dengan melakukan pemetaan, identifikasi lahan, dan penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Usai pembebasan tanah dan ganti rugi selesai, kami bisa langsung bergerak membangun beberapa lahan yang sudah tidak bermasalah. Pembangunan paralel sambil menyelesaikan yang lain," tegasnya. 

AP 1 mengklaim sudah membebaskan lebih dari 53 persen dari 4.347 bidang tanah warga terdampak. Sementara 47 persen lainnya dalam proses penggantian.

Ke-47 persen tanah yang belum diganti rugi terdiri dari 20 persen tanah warga dan 27 persen tanah penggarap Pakualam. 

Baca: Warga Penolak Bandara Tak Diundang Saat Konsultasi Studi Amdal

Sultan menyetujui dimulainya tahapan pembangunan. Dirinya memberi izin kepada AP I mulai membangun di akhir November. Tanpa perlu menunggu proses gugatan warga selesai. 

"53 persen tanah yang sudah dibebaskan itu yang diprioritaskan bisa mulai dibangun. Entah itu mau dipageri atau dipetakan," tuturnya. 

Baca: Warga Terdampak Bandara Minta Dijamin dalam Segala Aspek

Di tempat terpisah, hari ini, jajaran AP I tengah menemui warga terdampak. Pertemuan di Balaidesa Temonkulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, siang tadi untuk meminta masukan warga soal studi Amdal.


(SAN)